OJK Sultra Edukasi Keuangan di Desa Terapung Buton Tengah, Ajak Masyarakat Cerdas Pilih Produk Jasa Keuangan

oleh -2051 Dilihat
Suasana edukasi keuangan di Desa Terapung, Kecamatan Mawasangka Tengah, Kabupaten Buton Tengah.

RADARKENDARI.COM, Buton Tengah, Sulawesi Tenggara – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tenggara menggelar edukasi keuangan di Desa Terapung, Kecamatan Mawasangka Tengah, Kabupaten Buton Tengah.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat, khususnya dalam menghadapi maraknya aktivitas keuangan ilegal seperti pinjaman online (pinjol) ilegal, judi online, dan investasi bodong.

Kepala Bagian Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Pelindungan Konsumen, Edukasi dan Layanan Manajemen Strategis (PEPK dan LMSt) OJK Provinsi Sulawesi Tenggara, Shintia Wijayanti Putri Purnamasari,  menjelaskan pentingnya pemahaman masyarakat dalam memilih produk jasa keuangan yang legal, berizin, dan diawasi OJK.

“Kami ingin masyarakat cerdas dalam memilih dan terhindar dari kerugian akibat aktivitas keuangan ilegal,” ujarnya.

Edukasi ini melibatkan perwakilan industri jasa keuangan (IJK) dari Bank Pembangunan Daerah (BPD) dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) yang memberikan materi pengenalan produk jasa keuangan.

Puluhan peserta dari berbagai latar belakang pelaku UMKM, perempuan, perangkat desa, dan ASN antusias mengikuti kegiatan dan sesi tanya jawab.

Para peserta mendapatkan materi tentang pengenalan OJK, produk jasa keuangan legal, pengelolaan keuangan, serta kewaspadaan terhadap aktivitas keuangan ilegal.

Masyarakat Desa Terapung mengungkapkan apresiasi atas inisiatif OJK ini, mengingat akses mereka terhadap informasi keuangan resmi dan lembaga jasa keuangan cenderung terbatas.

Banyak dari mereka yang tinggal di daerah terpencil dan hanya mengenal beberapa bank perbankan dalam transaksi keuangan sehari-hari.

Salah satu isu yang mengemuka adalah minimnya akses layanan laku pandai di daerah tersebut.

Mayoritas kantor IJK berada di ibu kota kabupaten, sehingga menyulitkan masyarakat desa untuk mengakses layanan keuangan.

Masyarakat memanfaatkan kesempatan ini untuk menyampaikan berbagai pertanyaan dan pengaduan terkait layanan IJK.

Shintia Wijayanti berharap materi edukasi ini dapat disebarluaskan kepada masyarakat sekitar.

Ia menekankan pentingnya meningkatkan literasi keuangan sebagai bagian dari Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) untuk melindungi masyarakat dari kerugian akibat aktivitas keuangan ilegal.

Editor : Agus Setiawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.