Adaptasi Pendidikan Jurnalistik di Era AI, Prodi Jurnalistik UHO Gelar Lokakarya Kurikulum ASPIKOM

oleh -107 Dilihat

RADARKENDARI.COM – Program Studi (Prodi) Jurnalistik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Halu Oleo (Fisip UHO) menggelar kegiatan ASPIKOM Lokakarya Kurikulum Prodi Jurnalistik Berbasis Outcome-Based Education (OBE) dengan tema “Adaptasi Kurikulum Prodi Jurnalistik dalam Ekosistem AI yang Dinamis, Adaptif, Kreatif, dan Responsif” di Restoran Fajar.

Ketua Prodi Jurnalistik Fisip UHO, Marsia Sumule Genggong, S.Sos., M.I.Kom mengatakan bahwa, lokakarya ini merupakan bagian dari peninjauan kembali kurikulum akademik agar selaras dengan kebutuhan dunia kerja, khususnya dalam menghadapi perkembangan digitalisasi dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang semakin masif di industri media.

“Lokakarya kurikulum menjadi langkah strategis dunia akademik untuk mengevaluasi kurikulum yang sedang berjalan agar menghasilkan lulusan yang profesional dan relevan dengan perkembangan zaman,” ujarnya dilansir dari Media Online Kendari Pos, Jumat (13/3/2026)

Ia menerangkan bahwa, Prodi Jurnalistik UHO menargetkan seluruh mata kuliah yang diajarkan mampu membentuk mahasiswa menjadi jurnalis profesional yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga adaptif terhadap perubahan teknologi.

“Pendekatan OBE menjadi fokus utama, yakni sistem pendidikan yang menitikberatkan pada capaian hasil pembelajaran (output) dari proses pendidikan di perguruan tinggi. Melalui konsep ini, lulusan diharapkan mampu beradaptasi cepat, kreatif, serta memiliki nilai kompetitif dalam ekosistem AI,” terangnya.

Ia menyebut bahwa, lokakarya menghadirkan pemateri utama, yakni Upi Asmaradhana, Founder & CEO KGI Network (Kabar Grup Indonesia), serta Dr. M. Sulhan yang merupakan Dewan Pembina ASPIKOM periode 2020–2023.

Ia juga menjelaskan bahwa, melalui lokakarya ini, Prodi Jurnalistik UHO berencana melakukan penyesuaian sejumlah mata kuliah dengan membentuk kelompok dosen sesuai bidang keahlian.

Tim dosen akan mengkaji mata kuliah yang ada, menyesuaikannya dengan masukan praktisi dan asosiasi, serta merancang mata kuliah baru yang relevan dengan kebutuhan industri digital.

“Perubahan kurikulum dilakukan secara selektif dengan fokus pada mata kuliah yang paling mendesak dan berkaitan langsung dengan perkembangan teknologi serta profesi jurnalisme modern. Kurikulum baru diharapkan lebih aplikatif dan dapat langsung digunakan dalam berbagai sektor kerja, terutama industri media yang kini semakin terintegrasi dengan teknologi AI,” jelasnya.
Saat ini kata dia, akreditasi Prodi Jurnalistik UHO masih berada pada kategori Baik Sekali. Prodi tengah menyusun dokumen evaluasi diri untuk diajukan ke Lembaga Akreditasi Mandiri Sosial, Politik, Administrasi, dan Komunikasi (LAMSPAK).

“Melalui pembaruan kurikulum berbasis OBE dan adaptasi terhadap ekosistem AI, Prodi Jurnalistik UHO menargetkan peningkatan status akreditasi menjadi Unggul di masa mendatang,” katanya.

Tempat yang sama, Upi Asmaradhana selaku narasumber menekankan pentingnya perancangan kurikulum yang mengikuti perkembangan digitalisasi industri media. Mata kuliah jurnalistik harus disesuaikan dengan kebutuhan teknologi terkini agar lulusan mampu langsung beradaptasi di dunia kerja.

“Kemampuan beradaptasi dengan teknologi akan mendorong alumni untuk berinovasi, berkarya, dan meningkatkan kualitas kehidupan profesional mereka di berbagai sektor, baik media massa maupun lembaga lainnya,” tambahnya.

Penulis : Ewin Saputri
Editor : Agus Setiawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.