Ratusan Peserta Ikuti Webinar Kebun Raya UHO, Kupas Kekayaan Fauna Endemik Sulawesi

oleh -1214 Dilihat
Ratusan Peserta Ikuti Webinar Kebun Raya UHO, Kupas Kekayaan Fauna Endemik Sulawesi

Radarkendari.com, KENDARI – UPA Kebun Ilmu Hayati Universitas Halu Oleo (UHO) atau yang dikenal sebagai Kebun Raya UHO menggelar webinar virtual melalui Zoom bertajuk “Mengungkap Kekayaan Burung dan Kelelawar di Kebun Raya UHO”, Senin (13/4) siang.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber kompeten dari kalangan akademisi UHO, yakni Adi Karya, S.Si., M.Sc (Dosen Jurusan Biologi FMIPA UHO) dan La Ode Muhammad Erif, S.Si., M.Sc (Dosen Jurusan Ilmu Lingkungan FHIL UHO). Webinar dipandu oleh Muhamad Azwar Syah, S.Si., M.Si (Dosen Prodi Bioteknologi FMIPA UHO).

Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Kepala UPA Kebun Ilmu Hayati UHO, Prof. Dr. Faisal Danu Tuheteru, S.Hut., M.Si. Tercatat sebanyak 103 peserta dari berbagai kalangan, mulai dari dosen, mahasiswa, pemerhati biodiversitas Sulawesi, hingga instansi pemerintah turut ambil bagian dalam kegiatan ini.

Dalam sambutannya, Prof. Faisal Danu Tuheteru menjelaskan bahwa salah satu fungsi utama Kebun Raya UHO adalah sebagai penyedia jasa lingkungan, khususnya sebagai habitat alami flora dan fauna Sulawesi.

“Selama ini, informasi terkait kekayaan fauna seperti burung dan kelelawar di Kebun Raya UHO belum terdokumentasi dengan baik. Melalui dukungan pendanaan universitas dan kolaborasi tim dosen, kini telah dilakukan pencatatan berbagai jenis fauna yang ada,” ungkapnya.

Ia menambahkan, melalui webinar ini hasil pencatatan tersebut disebarluaskan kepada publik, khususnya civitas akademika UHO, sebagai bagian dari upaya edukasi dan peningkatan kesadaran konservasi.

Dalam pemaparannya, Adi Karya mengungkapkan bahwa terdapat 44 jenis burung dari 28 famili yang ditemukan di Kebun Raya UHO. Dari jumlah tersebut, 11 jenis merupakan burung endemik Sulawesi. Selain itu, juga tercatat satu jenis burung migran asal Australia, yaitu Kirik-kirik Australia.

Sementara itu, La Ode Muhammad Erif menyampaikan bahwa hasil penelitian menunjukkan adanya 9 jenis kelelawar di kawasan tersebut, dengan dua di antaranya merupakan spesies endemik Sulawesi.

Melalui hasil pendataan ini, diharapkan dapat menjadi basis data penting dalam pengelolaan Kebun Raya UHO serta memberikan kontribusi nyata dalam upaya konservasi dan pengembangan pendidikan berbasis lingkungan.

“Oleh karena itu, selain disampaikan melalui webinar, hasil penelitian ini juga perlu dipublikasikan dalam bentuk karya ilmiah seperti jurnal atau buku,” tutup Prof. Danu. (red/id)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.