RADARKENDARI.COM – Sorong, Papua Barat – Astra resmi memulai rangkaian roadshow pencarian talenta muda berbakat melalui program 16th SATU Indonesia Awards 2025.
Sorong menjadi kota pertama yang dikunjungi, menandai dimulainya penjaringan bagi anak muda Indonesia yang berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan di bidang Kesehatan, Pendidikan, Lingkungan, Kewirausahaan, dan Teknologi.
Walikota Sorong, Septinus Loba, menyambut baik inisiatif Astra ini, mengatakan bahwa kolaborasi antara sektor swasta dan pemerintah sangat penting untuk mencetak SDM unggul di wilayah timur Indonesia.
Sorong, menurutnya, memiliki banyak potensi anak muda yang mampu membawa perubahan positif.
Roadshow yang berlangsung Senin (14/4) menampilkan sesi bincang inspiratif bertema “Satukan Gerak, Terus Berdampak”.
Raline Shah (Dewan Juri dan Staf Khusus Menkominfo RI), Boy Kelana Soebroto (Head of Corporate Communications Astra), dan Risna Hasanuddin (Penerima Apresiasi SATU Indonesia Awards 2015) berbagi pengalaman dan kisah inspiratif mereka.
Chief of Corporate Affairs Astra, Riza Deliansyah, menekankan komitmen Astra dalam mendukung generasi muda yang menciptakan dampak positif bagi masyarakat.
Ia berharap SATU Indonesia Awards dapat mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang lebih inklusif dan sejahtera.
Pendaftaran 16th SATU Indonesia Awards 2025 telah dibuka sejak 28 Februari dan akan ditutup pada 28 Juli 2025.
Astra bekerja sama dengan Tempo, Antara, Kumparan, IDN Times, dan Young on Top dalam menjaring calon penerima penghargaan.
Tahun lalu, program ini menerima 16.775 pendaftar, meningkat 11,8% dari tahun sebelumnya.
Pemenang akan mendapatkan dana bantuan Rp65 juta, pembinaan, dan kesempatan berkolaborasi di Kampung Berseri Astra atau Desa Sejahtera Astra.
Syarat dan ketentuan pendaftaran dapat dilihat di www.astra.co.id. Persyaratan meliputi program yang diinisiasi individu atau kelompok dengan inisiator maksimal berusia 35 tahun, program orisinal yang telah berjalan minimal satu tahun, dan selaras dengan prinsip ESG (Environmental, Social, dan Governance).
Editor : AGUS SETIAWAN










