RADARKENDARI.COM, Kendari, Sulawesi Tenggara – Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, menyampaikan apresiasi atas kinerja seluruh personel SAR dalam penutupan Siaga SAR Khusus Lebaran 2025. Apresiasi disampaikan secara virtual melalui Basarnas Command Center (BCC).
Tahun ini, jumlah kejadian meningkat 81% dibandingkan tahun lalu, mencapai 185 kejadian dari sebelumnya 102 kejadian.
Peningkatan ini dipicu oleh durasi siaga yang lebih panjang dan musim pancaroba yang memicu berbagai bencana.
Kabasarnas mencatat 18 operasi SAR menjadi perhatian di Posko Nasional Terpadu Kemenhub, meliputi kecelakaan kapal, kecelakaan khusus, kondisi membahayakan manusia, dan bencana alam.
Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari sendiri menangani empat operasi SAR kondisi membahayakan manusia, dengan rincian:
1. Pencarian anak hilang di hutan Desa Manuru, Buton (selamat).
2. Pencarian korban diterkam buaya di Sungai Roraya, Konawe Selatan (meninggal).
3. Pencarian anak tenggelam di Pantai Wisata Nambo, Kendari (meninggal).
4. Pencarian orang hilang di hutan Desa Kulidawa, Muna (meninggal).
Total korban berjumlah empat orang, tiga meninggal dan satu selamat. Meskipun terjadi peningkatan kasus, arus mudik dan balik di wilayah kerja KPP Kendari terpantau lancar untuk transportasi darat, laut, dan udara.
Laporan : Redaksi











