Dapat Apresiasi BRIN, Kebun Raya UHO Berpotensi Jadi Pusat Konservasi Unggulan Indonesia Timur

oleh -505 Dilihat
Kepala UPA Kebun Ilmu Hayati atau Kebun Raya Universitas Halu Oleo (UHO), UHO, Prof. Dr. Faisal Danu Tuheteru, S.Hut., M.Si mempresentasikan perkembangan Kebun Raya UHO.

Radarkendari.com, KENDARI – Kepala UPA Kebun Ilmu Hayati atau Kebun Raya Universitas Halu Oleo (UHO), UHO, Prof. Dr. Faisal Danu Tuheteru, S.Hut., M.Si mempresentasikan perkembangan Kebun Raya UHO dalam Forum Temu Pengelola Kebun Raya Indonesia yang digelar di kantor Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Jakarta, Rabu (15/4).

Dalam pemaparannya, Prof Faisal menjelaskan bahwa Kebun Raya UHO berfokus pada konservasi ex situ tumbuhan endemik Sulawesi dengan luas total mencapai 22,8 hektare. Kawasan tersebut terbagi dalam tiga zona utama, yakni hutan sekunder seluas 18 hektare, rawa 3 hektare, serta arboretum seluas 1 hektare yang didominasi oleh ekosistem hutan.

Ia juga mengungkapkan, Kebun Raya UHO secara resmi ditetapkan pada tahun 2015 dan telah menjalin kerjasama dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dan per 15 April 2026 telah dilakukan perpanjangan kerjasama.

“Secara organisasi dan tata kerja, kami bertanggung jawab langsung kepada rektor. Masterplan pengembangan juga sudah tersedia dengan pembagian zona yang lengkap,” jelasnya.

Prof Faisal menambahkan, koleksi tumbuhan endemik yang ada saat ini berasal dari hasil eksplorasi maupun kerja sama dengan lembaga riset lain. Pada tahun ini, pihaknya juga merencanakan ekspedisi eksplorasi ke wilayah Pulau Wakatobi untuk menambah koleksi.

Namun demikian, ia tidak menampik adanya sejumlah tantangan dalam pengembangan kebun raya tersebut, terutama karena kawasan masih didominasi hutan alami sehingga pembangunan infrastruktur harus dilakukan secara hati-hati. Selain itu, keterbatasan anggaran juga menjadi kendala utama.

“Meski begitu, dalam satu tahun terakhir sudah ada kemajuan pembangunan seperti akses jalan dan gerbang. Ke depan, ada rencana penyediaan kantor pengelola sementara di gedung rektorat baru,” beber Guru Besar FHIL UHO.

Dari sisi riset, Kebun Raya UHO juga telah mendukung penelitian, salah satunya di bidang farmasi terkait famili Zingiberaceae yang banyak ditemukan di Sulawesi. Selain itu, inovasi juga dilakukan dalam sistem inventarisasi koleksi, yang ditargetkan rampung tahun ini.

Untuk mendukung pengembangan ke depan, sejumlah strategi telah disiapkan, di antaranya pembangunan infrastruktur berbasis Detail Engineering Design (DED), peningkatan kerja sama dengan pihak eksternal termasuk sektor industri, pembentukan kelompok kerja (pokja), serta keikutsertaan dalam jejaring internasional seperti Botanic Gardens Conservation International (BGCI).

Menanggapi pemaparan tersebut, Dr. Hendrian (Deputi Pemanfaatan Riset dan Inovasi BRIN) memberikan apresiasi atas perkembangan Kebun Raya UHO, terutama dalam hal publikasi dan aktivitas yang semakin aktif, termasuk melalui media sosial.

Ia juga menilai Kebun Raya UHO memiliki potensi besar untuk menjadi pusat konservasi unggulan di kawasan Indonesia timur, mengingat tingkat endemisitas flora Sulawesi yang tinggi.
“Dengan progres yang ada, UHO berpeluang menjadi leading dalam konservasi tanaman endemik Sulawesi. Namun pembangunan infrastruktur perlu dilakukan secara bijak agar tidak merusak hutan yang ada,” ujarnya.

Hal senada disampaikan oleh pendamping Kebun Raya UHO, Zahra Nindira, yang mengapresiasi konsistensi UHO dalam melakukan eksplorasi tahunan serta kegiatan ilmiah seperti webinar, seminar, dan workshop. “Kedepannya perlu penataan lebih lanjut, termasuk penyusunan DED dan dokumentasi koleksi agar pengelolaan semakin optimal,” tuturnya.

Dengan berbagai capaian dan rencana pengembangan tersebut, Kebun Raya UHO diharapkan dapat menjadi pusat konservasi, penelitian, dan edukasi yang berkontribusi besar terhadap pelestarian keanekaragaman hayati Sulawesi. (red/id)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.