Eksplorasi Flora Wakatobi 2026, Kebun Raya UHO Temukan 132 Koleksi Baru

oleh -534 Dilihat
Eksplorasi Flora Wakatobi 2026, Kebun Raya UHO Temukan 132 Koleksi Baru

Radarkendari.com, KENDARI – Unit Penunjang Akademik (UPA) Kebun Ilmu Hayati Universitas Halu Oleo (UHO) atau Kebun Raya UHO berhasil mengoleksi ratusan jenis tumbuhan dalam kegiatan bertajuk Kebun Raya UHO Eksplorasi Jenis Tumbuhan Endemik Sulawesi Tahun 2026 di Kabupaten Wakatobi.

Kegiatan tersebut berlangsung pada 24 April hingga 5 Mei 2026 di wilayah Wanci, Kaledupa, Tomia dan Binongko.
Kepala UPA Kebun Ilmu Hayati UHO, Prof. Dr. Faisal Danu Tuheteru mengatakan, kegiatan eksplorasi ini bertujuan mendata keragaman tumbuhan di Pulau Wakatobi sekaligus mengoleksi dan mendokumentasikan jenis-jenis anggrek serta tumbuhan endemik Sulawesi di Kebun Raya UHO.

Tim eksplorasi terdiri dari kepala dan staf UPA Kebun Ilmu Hayati UHO, satu dosen Fakultas Kehutanan dan Ilmu Lingkungan UHO, 11 mahasiswa dan alumni Jurusan Kehutanan UHO, serta satu ahli botani pensiunan BRIN. Dari hasil kegiatan tersebut, tim berhasil mengoleksi sebanyak 254 jenis tumbuhan yang terdiri dari 237 jenis tumbuhan Sulawesi dan 17 jenis anggrek.

Selain itu, total spesimen yang berhasil dikoleksi di pembibitan Kebun Raya UHO mencapai 1.640 koleksi, terdiri atas 1.577 koleksi tumbuhan Sulawesi dan 73 koleksi anggrek. Menariknya, sebanyak 132 jenis diantaranya merupakan tambahan koleksi baru yang sebelumnya belum pernah dilaporkan maupun dikoleksi dalam eksplorasi terdahulu.

Prof Danu menjelaskan, terdapat 14 jenis tumbuhan endemik Sulawesi yang berhasil ditemukan dan dikoleksi, diantaranya Polyalthia celebica, Ochrosia ficifolia, Gymnema reticulatum, Salacia intermedia, Pentace erectinervia, Ficus geocharis, Syzygium capitatum, Glochidion butonicum, hingga Melicope trifoliata.

“Salah satu temuan penting adalah Glochidion butonicum Airy Shaw dari Wakatobi yang memperkaya data sebaran jenis tersebut, yang sebelumnya hanya ditemukan di Desa Lipumangau, Kabupaten Buton Selatan,” ungkapnya, Selasa (19/5).

Berdasarkan penelusuran status keterancaman pada laman IUCN, ditemukan empat jenis tumbuhan berstatus rentan atau vulnerable, yakni Koordersiodendron pinnatum, Adonidia merrillii, Terminalia ivorensis, dan Ixora nigerica. Sementara dua jenis lainnya masuk kategori sangat terancam punah atau critical endangered, yakni Cycas rumphii dan Glochidion butonicum Airy Shaw.

Dari hasil identifikasi, tercatat sebanyak 54 famili tumbuhan ditemukan dalam eksplorasi tersebut. Famili Fabaceae menjadi suku dengan jumlah jenis dan marga terbanyak, yakni 19 jenis dan 16 marga. Disusul Moraceae, Rubiaceae, Euphorbiaceae, Apocynaceae, Malvaceae, Myrtaceae, Annonaceae, Sapindaceae dan Rutaceae. Sementara marga Ficus dan Syzygium menjadi yang paling dominan dengan masing-masing 13 dan 11 jenis.

“Koleksi-koleksi jenis ini dapat memperkaya taman koleksi yang telah dan sedang dibangun oleh pengelola Kebun Raya UHO seperti Taman Endemik Sulawesi, Taman Koleksi Kayu Sulawesi, Taman Palem Sulawesi, Taman Koleksi Myrtaceae dan Taman Koleksi Eboni. Hasil eksplorasi saat ini sedang dibibitkan di pembibitan Kebun Raya UHO,” ujar Prof Danu.

Atas pelaksanaan kegiatan tersebut, UPA Kebun Ilmu Hayati UHO menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung, diantaranya Rektor UHO, Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Tenggara, para camat dan tokoh adat di Kabupaten Wakatobi serta tokoh konservasi Wakatobi, Saleh Hanan.

Saleh Hanan menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan eksplorasi flora tersebut karena dinilai mampu mengungkap keragaman hayati di Wakatobi. Ia berharap ke depan keragaman flora di wilayah kepulauan itu dapat terus terdokumentasi dan terkoleksi dengan baik di Kebun Raya UHO. (red/id)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.