Kota Kendari Jadi Pilot Project Indeks Penilaian Aset di Indonesia

oleh -18930 Dilihat
Sekda Kota Kendari, Ridwansyah Taridala memimpin sosialisasi dan bimbingan teknis (Bimtek) peningkatan kapasitas aparatur pemerintah bidang keuangan dan aset daerah dalam lingkup Pemkot Kendari, kemarin.

RADARKENDARI.COM, KENDARI – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menjadi salah satu dari 100 daerah di Indonesia yang menjadi pilot project Indeks Penilaian Aset (IPA).

Itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kendari, Ridwansyah Taridala saat membuka sosialisasi dan bimbingan teknis (Bimtek) peningkatan kapasitas aparatur pemerintah bidang keuangan dan aset daerah dalam lingkup Pemkot Kendari, kemarin.

Kepala OPD lingkup Pemkot Kendari mengikuti Bimtek Aset yang digelar BKAD Kendari.

Ridwansyah Tarida menjelaskan, aset paling berharga di Kota Kendari adalah para pengelola aset, sehingga para pengelola aset harus merasa bangga karena memiliki peran strategis.

“Karena tanpa peran aparatur yang bertugas di aset, tentu aset kita tidak akan tertangani dengan bagus. Aparatur yang baik ini juga adalah aset pemerintah. Apalagi didukung dengan tingkat kompetensinya tidak diragukan termasuk mempertanggungjawabkan apa yang dilakukan,” ungkapnya.

Sekda juga meminta para pengelola aset untuk bekerja maksimal dan bertanggung jawab, dalam menelusuri keberadaan aset daerah.

Suasana Bimtek membahasa masalah aset yang digelar Pemkot Kendari.

Terkait Kendari sebagai pilot project IPA di Indonesia, mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Kendari ini meminta para pengelola aset bekerja maksimal.

“Saya minta bidang aset membuatkan mekanismenya misalnya ada aset masa penggunaan efektifnya hanya dua tahun, setelah lebih dari itu mau diapakan, kemudian SOP (Standar Operasional Prosedur)-nya itu seperti apa perlakuannya,” kata Ridwansyah.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Kendari Farida Agustina menjelaskan, pengelolaan aset merupakan hal penting, apalagi saat ini Kota Kendari menjadi salah satu dari 100 daerah yang menjadi titik penilaian IPA.

“Aset ini bukan lagi hanya pekerjaan bidang aset tapi seluruh OPD (Organisasi Perangkat Daerah) khususnya pengguna barang, kuasa pengguna barang, pengelola barang, maupun pembantu pengelola barang. Ini adalah bagian dari pekerjaan kita semua,” ungkapnya.

Seluruh Camat dan Lurah di Kota Kendari turut menghadiri Bimtek Aset yang digelar BKAD Kota Kendari.

Sekedar informasi, Selain menjadi daerah yang terbaik dalam pengelolaan aset, Kota Kendari juga mendapatkan apresiasi atas pilot project penggunaan aplikasi BMD (Barang Milik Daerah). Apresiasi ini sinkron dengan indeks penilaian aset oleh pemerintah. (wan/adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.