Mandiri Tunas Finance Kendari Didemo Mahasiswa Gegara Diduga Tak Input Uang Angsuran Debitur

oleh -1713 Dilihat
Suasana aksi demonstrasi di depan kantor Mandiri Tunas Finance Cabang Kendari, Kamis (15/05/2025).

RADARKENDARI.COM, Kendari – Kantor Cabang Mandiri Tunas Finance (MTF) di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, didemo puluhan mahasiswa pada Kamis (15/05/2025).

Aksi ini dipicu oleh dugaan ketidakprofesionalan MTF dalam menangani pelunasan angsuran debitur.

Salah satu peserta aksi, Bram Barakatino, yang turut mendampingi keluarganya, mengungkapkan bahwa pelunasan angsuran kendaraan telah dilakukan sejak tahun 2021.

Namun, saat keluarga meminta BPKB kendaraan, pihak MTF justru menyatakan masih ada tunggakan selama enam bulan.

“Keluarga kami sudah melunasi angsuran sejak 2021. Tapi saat diminta BPKB-nya, malah disebut masih ada tunggakan enam bulan. Ini aneh,” ujar Bram di hadapan awak media.

Menurut Bram, persoalan ini diduga kuat akibat kelalaian internal MTF yang tidak cermat dalam menginput data angsuran debitur.

“Pada 2021 kami sudah serahkan bukti pembayaran enam bulan terakhir. Tapi kami justru dipingpong ke sana-sini. Terakhir kami datang lagi, malah ditagih Rp87 juta. Ini tidak masuk akal,” tegasnya.

Ia menilai masalah ini sangat merugikan debitur yang selama ini rutin membayar angsuran tepat waktu.

Bahkan, menurutnya, salah satu supervisor MTF sempat mengakui adanya dana masuk yang tidak bisa dicocokkan karena tidak tercantum nama pengirim.

“Atas dasar itu, kami mendesak MTF segera menyelesaikan masalah ini dan mengeluarkan BPKB tanpa syarat. Ini murni kelalaian mereka,” tegas Bram.

Sementara itu, Kepala Cabang Mandiri Tunas Finance Kendari, Fajar, menyatakan akan segera menangani masalah ini dengan tetap mengedepankan hak-hak debitur.

“Kami akan mencari solusi terbaik dengan mengedepankan hak-hak debitur dan kreditur. Kami akan koordinasikan secara internal. Intinya, dengan komunikasi yang baik, persoalan ini pasti bisa diselesaikan,” ujarnya singkat.

Penulis : La Ode Idris Syahputra

Editor : Agus Setiawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.