Mendikdasmen Dukung Integrasi Pendidikan Lalu Lintas dalam Kurikulum Sekolah

oleh -18150 Dilihat
Dirut Jasa Raharja, Rivan A.Purwantono mendampingi Mendikdasmen RI Prof. Abdul Mu’ti.

RADARKENDARI.COM, JAKARTA – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Prof. Dr. Abdul Mu’ti M.Ed., memberikan dukungan penuh terhadap upaya Jasa Raharja dan Korlantas Polri dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan keselamatan lalu lintas.

Mu’ti menyambut baik inisiatif Jasa Raharja untuk mengintegrasikan pendidikan lalu lintas ke dalam kurikulum sekolah, yang menurutnya merupakan langkah penting dalam membangun budaya keselamatan berlalu lintas di Indonesia .

Direktur Utama Jasa Raharja, Rivan A. Purwantono, menekankan bahwa Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam hal kecelakaan lalu lintas.

Setiap tahun, ribuan nyawa melayang dan banyak korban mengalami luka-luka yang berdampak signifikan pada kehidupan ekonomi masyarakat .

Rivan mencontohkan Jepang yang pernah mengalami masa-masa dengan angka kecelakaan yang tinggi.

Namun, melalui pendidikan yang efektif, Jepang berhasil membangun budaya keselamatan berlalu lintas dan kini memiliki angka kecelakaan yang rendah.

Rivan menegaskan bahwa pendidikan keselamatan berlalu lintas harus dimulai sejak dini, terutama di tingkat sekolah dasar, agar anak-anak tumbuh menjadi pengendara yang bertanggung jawab .

Jasa Raharja, bersama Korlantas Polri, telah mengintegrasikan pendidikan keselamatan lalu lintas ke dalam kurikulum pembelajaran mulai dari tingkat sekolah dasar hingga menengah atas.

Langkah ini tidak hanya bertujuan menciptakan generasi yang sadar dan bertanggung jawab di jalan, tetapi juga menjadi bagian dari strategi Jasa Raharja dalam melaksanakan langkah preventif dan preemptif untuk mengubah perilaku masyarakat .

Jasa Raharja berkomitmen untuk terus berinovasi dan berkolaborasi dengan berbagai pihak guna memastikan setiap kecelakaan lalu lintas mendapatkan penanganan cepat dan tepat.

Saat ini, Jasa Raharja telah terintegrasi dengan 508 Polres dan 1.062 Polsek di seluruh Indonesia.  Transformasi digital yang dilakukan Jasa Raharja tidak hanya mempercepat layanan, tetapi juga memungkinkan pemetaan demografi korban kecelakaan.

Data menunjukkan bahwa 68,2 persen kecelakaan di Indonesia disebabkan oleh pelanggaran lalu lintas, dengan korban didominasi oleh usia produktif.

Dengan visi transformasi hingga 2029, Jasa Raharja terus memperkuat kolaborasi dan inovasi untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi semua pengguna jalan.

Langkah strategis ini diharapkan dapat menjadi tonggak penting dalam menurunkan angka kecelakaan lalu lintas di Indonesia, sekaligus menciptakan masyarakat yang lebih peduli dan bertanggung jawab terhadap keselamatan berkendara.

Editor : Cici Purnamasari

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.