RADARKENDARI.COM – Kendari, Sulawesi Tenggara – Direktur Perumda Air Minum Kota Kendari, Zainuddin Azis, mengungkapkan rencana revitalisasi jaringan pipa air bersih di Kota Kendari.
Jaringan pipa yang telah berusia tua, dibangun sejak tahun 1977, menjadi kendala utama dalam peningkatan kualitas pelayanan air minum kepada masyarakat.
Saat ini, PDAM Kendari melayani 12.566 sambungan pelanggan dengan kapasitas produksi 274 liter/detik, namun kehilangan air mencapai 70,16 persen.
Kehilangan air tersebut disebabkan oleh tiga faktor utama: kebocoran pipa, kerusakan meteran pelanggan, dan adanya sambungan ilegal.
Kondisi ini mengakibatkan kebutuhan air bersih Kota Kendari yang mencapai 448 liter/detik belum dapat terpenuhi sepenuhnya.
Revitalisasi jaringan pipa diharapkan mampu mengatasi permasalahan tersebut.
Zainuddin Azis optimis, jika revitalisasi terlaksana, akan berdampak signifikan pada peningkatan layanan air minum.
Proyek ini ditargetkan dapat meningkatkan produksi air baku di sumber mata air Matabondu dari 40 liter/detik menjadi 314 liter/detik pada tahun 2026, Sungai Pohara dari 200 liter/detik menjadi 514 liter/detik pada tahun 2027, dan 714 liter/detik pada tahun 2029.
Lebih lanjut, revitalisasi juga diyakini dapat mengurangi angka kehilangan air yang saat ini cukup tinggi.
Saat ini, Pemerintah Kota Kendari melalui PDAM Tirta Anoa Kendari tengah mengusulkan program revitalisasi jaringan pipa ini ke Balai Cipta Karya Sulawesi Tenggara.
Balai Cipta Karya Sultra telah melakukan kunjungan ke Perumda Air Minum Tirta Anoa Kendari pada Rabu (23/04/2025) untuk menindaklanjuti usulan tersebut.
Sumber air baku yang digunakan saat ini antara lain Sungai Pohara, Mata Air Matabondu, Sungai Anggoeya, dan Sungai Wanggu.
PENULIS : AGUS SETIAWAN










