Pemprov Sultra–UNM Teken Kesepakatan Bersama untuk Perkuat Kompetensi Guru SMK dan SLB

oleh -476 Dilihat
Penandatanganan Kesepakatan bersama antara Pemprov Sultra dan UNM, pada Kamis (27/11/2025)

KENDARI-Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Pemprov Sultra) resmi menjalin kerjasama strategis dengan Universitas Negeri Makassar (UNM) melalui penandatanganan Kesepakatan Bersama (Kesber) yang berlangsung di Kendari pada Kamis, 27 November 2025. Langkah ini menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas dan ketersediaan guru produktif SMK serta guru kekhususan pendidikan luar biasa (SLB) di daerah.

Kesepakatan tersebut akan ditindaklanjuti melalui penyusunan Perjanjian Kerjasama (PKS) sebagai implementasi tri dharma perguruan tinggi. Kerjasama ini diharapkan menjadi solusi atas kekurangan guru produktif dan guru kekhususan yang selama ini menjadi tantangan dalam pembangunan sektor pendidikan di Sultra.

Dalam kegiatan itu, Rektor UNM diwakili oleh Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan dan Kerjasama, Prof. Dr. Syahruddin, M.Kes, beserta sejumlah pejabat lingkup UNM. Sementara Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara hadir melalui Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sultra, Prof. Dr. Aris, S.Pd., M.Hum, disaksikan oleh Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Setda Sultra, Iwan Susanto, SE., M.Si.

Perwakilan UNM menyampaikan bahwa kerjasama ini merupakan kelanjutan dari program pendidikan guru kekhususan luar biasa yang sebelumnya telah berakhir pada tahun 2025. Dalam pengembangan terbaru, kerjasama tersebut mencakup pendidikan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) bagi guru SLB serta guru produktif SMK, dengan perkuliahan yang dijadwalkan dimulai pada semester genap tahun 2026.

Kepala Dinas Dikbud Sultra, Prof. Aris (kanan) saat menerima cendera mata dari pihak UNM dalam hal ini diwakili oleh Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan dan Kerjasama, Prof. Dr. Syahruddin, M.Kes (kiri) usai penandatanganan Kesepakatan Bersama. 

Sementara itu, Kepala Dinas Dikbud Sultra, Prof. Aris, menyambut baik inisiatif UNM dalam memperkuat kompetensi guru di daerah. Ia menegaskan bahwa guru yang berkualitas adalah kunci dalam menghadirkan pendidikan bermutu.

“Guru adalah indikator utama mutu pendidikan. Guru SMK yang kompeten akan melahirkan lulusan yang terampil dan mampu bersaing di dunia industri. Begitu pula guru SLB yang profesional akan mencetak lulusan yang mandiri dan siap menghadapi kehidupan,” ungkapnya.

Ia berharap kerjasama ini memberi dampak berkelanjutan bagi pengembangan pendidikan vokasi dan pendidikan inklusi di Sultra.

“Semoga kerjasama ini memberikan dampak yang berkesinambungan bagi peningkatan kualitas generasi emas Indonesia, khususnya diwilayah Sultra,”pungkasnya. (en)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.