Proyek Pengerjaan Pedestrian Eks MTQ Segera Dilelang

oleh -11367 Dilihat
Pj Wali Kota Kendari, Muhammad Yusup.

KENDARI, RADARKENDARI.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dan Dinas Perhubungan  bakal mempercantik pedestrian di ibu kota Sulawesi Tenggara (Sultra) ini.

Pasca penertiban pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di kawasan eks MTQ, Pemkot mulai tancap gas melakukan pembersihan sisa puing bangunan yang ditertibkan Rabu, 22 Mei lalu.

Kepala Bappeda Kota Kendari, Cornelius Padangan.

Pasalnya, dalam waktu dekat pengerjaan pedestrian bakal segera dilaksanakan. Kabar baik ini disampaikan langsung Kepala Bappeda Kota Kendari, Cornelius Padang kepada sejumlah awak media, Rabu (29/5/2025).

“Pengerjaan fisiknya bakal segera dilakukan karena tahap perencanaannya sudah selesai. Jadi sekarang tahap persiapan untuk lelang fisiknya mungkin beberapa bulan kedepan sudah bisa dilakukan. Termasuk pemasangan lampu jalan yang berestetika karena ini adalah ruang terbuka publik dan nanti benar-benar menjadi ciri khas Kota Kendari,” terang Lius sapaan akrabnya.

Pj Wali Kota Kendari, Muhammad Yusup saat berdiskusi dengan perwakilan BPJN terkait penataan Pedistrian perkotaan.

Mantan Kadis Perumahan menyebut, pengerjaan pedestrian akan dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kendari, sedangkan pemasangan lampu desain modern akan dikerjakan oleh Dinas Perhubungan Kota Kendari.

“Jadi warga yang ingin melaksanakan aktifitas jalan pagi dan berekreasi disinilah tempatnya karena pedestrian, taman dan lampu jalan diusung dengan konsep modern, pokoknya akan indah,” ungkap Ketua Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) Kota Kendari tersebut.

Suasana diskusi terkait penataan Pedistrian Kota Kendari.

Hal senada sebelumnya telah diungkapkan, Muhammad Yusup selaku Pj Walikota Kendari. Yusup mengatakan, kawasan sekitaran MTQ akan disulap sebagai arena olahraga representatif, tempat bersantai dengan berbagai pandangan yang asik, dibuatkan satu jalur dan berbagai ornamen menarik lainnya.

“Seyogyanya area eks MTQ, diperuntukan untuk masyarakat berolahraga, bersantai, tempat melihat pemandangan dan lain sebagainya yang sifatnya positif,” ujar Pj Walikota.

Hal senada juga dilontarkan, Sekretaris PUPR Kota Kendari, Aswido. Wido sapaan akrabnya mengungkapkan bahwa pihaknya bakal mempercantik pedistrian dengan mengusung konsep modern.

Langkah, ini dinilai sangat tepat menginggat Kendari sebagai kota jasa yang membutuhkan pembangunan infrastruktur memadai untuk kenyamanan pelaku usaha dan tentunya juga masyarakat.”Tahun ini kita mencoba menata pedestrian dengan konsep modern seperti kota-kota besar lainnya,” ucap Wido.

Mantan Kabid Cipta Karya menyebut, penataan pedestrian menjadi prioritas pembangunan termasuk penataan drainase dan penerangan lampu jalan.

“Ini skala prioritas kami tahun ini sesuai tagline Pj Walikota mewujudkan Kota Kendari yang Aman, Nyaman dan Bahagia,” pungkas Aswido.

Pj Wali Kota Kendari Komitmen Percantik Pedistrian Perkotaan

Meski ditengah keterbatasan anggaran, Penjabat (Pj) Wali Kota Kendari, Muhammad Yusup terus mencari solusi untuk menggalakkan  pembangunan daerah.

Usaha itu berhasil. Yusup sukses meyakinkan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sultra untuk mensukseskan program pembangunan pedistrian di Kota Lulo.

Muhammad Yusup mengatakan, dalam menggalakkan pembangunan di Kota Kendari tidak bisa dilakukan Pemda semata. Melainkan harus berkolaborasi dengan stakeholder lainnya.

“Kami mau bahwa, pembangunan ini kita keroyok bersama dan tentunya sesuai dengan kewenangan masing-masing. Kami menyampaikan terima kasih kepada BPJN yang sudah bersedia mendukung pembangunan di Kota Kendari,” kata Muhammad Yusup usai bertandang di Kantor BPJN Sultra, kemarin.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tenggara (Sultra) ini menambahkan, pedistrian yang akan dibangun di Kota Kendari nantinya mengunjungi konsep pedistrian mirip di Kota Malioboro Yogyakarta.

“Belum lama ini, kita telah melihat dan mempelajari pembangunan dan penataan sarpras Jogja terkait pedestrian, taman kota, kita melihat bagaimana konsep penataan yang dilakukan Pemkot Jogja ini akan menjadi dasar bagaimana kita bisa duplikasi di Kota Kendari,” kata Yusup.

Sekedar informasi, anggaran Rp 6 miliar dari BPJN bersumber dari APBN 2024. Anggaran tersebut tidak hanya digunakan untuk pembangunan drainase perkotaan, akan tetapi sudah termasuk penataan (normalisasi) drainase  yang kini banyak beralih fungsi dan menjadi penyebab banjir. (her/wan/adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.