RADARKENDARI.COM, MORAMO UTARA – Warga Kelurahan Lalowaru, Kecamatan Moramo Utara, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menolak bantuan hukum yang diberikan salah satu LBH dan Pengacara terkait pembebasan lahan diwilayahnya.
Protes itu disampaikan disampaikan Bapak Julia salah satu Ahli Waris Masyarakat Pasir Putih. Ia mengaku tidak pernah meminta bantuan hukum pada LBH dan Pengacara manapun dalam proses pembebasan lahan di kawasan pasir putih.
“Tentu Ahli Waris Menolak atau tidak menginginkan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) dari manapun juga. Kami menginginkan pemerintah untuk mengurusi semua ini,” ungkap Bapak Julia dikutip dari Media Online Tajuk Peristiwa.
“Jadi kami tidak butuh LBH. Kami tidak sedang berperkara hukum. Kami ahli waris. Kami pun yang akan berurusan dengan pihak manapun juga. Kami menolak dengan tegas,” ungkap.
Terpisah, Lurah Lalowaru, Sucipto membenarkan informasi terkait penolakan warga terhadap bantuan hukum dari LBH dan Pengacara dalam proses pembebasan lahan milik warga
Berdasarkan informasi yang diterimanya, warga sama sekali tidak pernah meminta bantuan hukum dari LBH dan Pengacara.
“Tidak ada permintaan (bantuan hukum LBH dan Pengacara). Bahkan warga akan mengusir LBH dan Pengacara itu jika ditemukan,” ungkap Sucipto, Kamis (25/07/2024).
Sementara itu, warga Lalowaru Albinus yang membeli lahan didekat Kawasan Eks Pemukiman Pasir Putih mengaku membeli lahan milik warga sekitar dan bukan kawasan Eks Pemukiman Pasir Putih.
“Sebenarnya tidak masalah. Hanya seiring berjalannya waktu ada beberapa warga yang mengklaim tanah yang saya beli miliknya. Padahal tanah itu saya beli pada pemilik resmi yakni Ibu Sartina (Istri Alm Umar Saranani) dan semua anaknya bertanda tangan lahannya bersedia untuk dijual,” ungkap Albinus.
Albinus juga heran, pasca dirinya sah memiliki lahan tersebut muncul LBH dan Pengacara yang mempermasalahkan lahan di Kawasan Eks Pasir Putih.
“Saya tidak tahu ada kepentingan apa. Padahal kami bukan untuk berperkara. Saya harap masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh oknum yang tidak bertanggungjawab,” pungkasnya. (man)











