Smarthajj: Vendor Tiket, Bukan Kami, yang Salah!

oleh -18652 Dilihat
Jemaah umrah SMARTHAJJ foto bersama di Bandara King Abdul Aziz Arab Saudi.

RADARKENDARI.COM, Makassar – Polemik yang menimpa agen travel umroh Smarthajj terkait dugaan penelantaran jemaah umroh akhirnya menemui titik terang.

Dalam konferensi pers yang digelar hari ini, perwakilan Smarthajj, Juleo Adi Pradana, memberikan klarifikasi sekaligus membantah keras tuduhan tersebut.

Ia menuding kesalahan vendor tiket, PT. Baruna Java Celebes, sebagai penyebab utama permasalahan yang mengakibatkan ketidaknyamanan dan keterlambatan perjalanan para jemaah.

“Kami ingin menegaskan bahwa Smarthajj adalah agen resmi yang terdaftar di Siskopatu (Sistem Informasi dan Koordinasi Pengawasan Umrah dan Haji) Kementerian Agama,” tegas Juleo.

“Semua prosedur keberangkatan kami lakukan sesuai aturan yang berlaku.  Tuduhan bahwa keberangkatan kami ilegal sama sekali tidak benar.” lanjutnya.

Juleo memaparkan kronologi perjalanan umroh yang seharusnya dimulai pada 22 Januari 2025 dari Makassar dengan rute Makassar–Kuala Lumpur–Jeddah.

Namun, enam hari sebelum keberangkatan, vendor tiket menginformasikan ketidaksediaan tiket domestik yang seharusnya menggunakan Batik Air.

Hal ini memaksa Smarthajj untuk merubah rute menjadi Jakarta–Singapura–Jeddah, yang mengakibatkan keterlambatan dan ketidaknyamanan bagi para jemaah.

“Para jemaah sempat tertahan beberapa hari di Bangkok karena menunggu tiket dari vendor,” jelas Juleo.

“Masalah serupa juga terjadi saat kepulangan, di mana jemaah tertahan di imigrasi Manila selama 29 jam akibat keterlambatan tiket lanjutan.  Kami sudah membeli tiket dari vendor resmi dan bukti pembayarannya ada semua dalam invoice. Tuduhan tiket palsu sama sekali tidak benar.” sambungnya.

Juleo juga mengklarifikasi mengenai meninggalnya salah satu jemaah di Filipina.

“Kami telah memberikan bantuan maksimal, termasuk memulangkan jenazah ke Baubau dengan seluruh biaya ditanggung oleh travel,” ujarnya.

Kesaksian Jemaah:

Konferensi pers tersebut juga dihadiri oleh beberapa jemaah umroh yang memberikan kesaksiannya.

Sanusi (68 tahun), salah satu jemaah yang mengalami keterlambatan di Manila, mengatakan, “Memang ada keterlambatan tiket, dan perjalanan jadi lebih panjang karena harus pindah-pindah pesawat. Tapi pihak travel tetap bertanggung jawab dan membantu kami.  Kami tidak merasa ditelantarkan.” tuturnya.

Rolin Jumain, jemaah lainnya, juga memberikan kesaksian terkait meninggalnya jemaah lain di Makkah.

Ia menjelaskan bahwa almarhum memiliki riwayat penyakit stroke dan perjalanan umroh ini dilakukan sebagai upaya spiritual.  “Pihak travel juga membantu mengurus jenazah almarhum di Makkah,” tambahnya.

Langkah Hukum:

Juleo menegaskan bahwa Smarthajj telah melayangkan somasi kepada PT. Baruna Java Celebes dan akan melanjutkan kasus ini ke jalur hukum.

“Kami sangat dirugikan oleh kelalaian vendor tiket ini.  Jemaah yang seharusnya beribadah dengan khusyuk malah mengalami kelelahan dan emosi akibat masalah ini,” katanya.

“Kami akan melaporkan kasus ini ke Polda Sulawesi Tenggara.” sambungnya.

Smarthajj juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh jemaah atas ketidaknyamanan yang dialami.

Kejadian ini, menurut Juleo, akan menjadi evaluasi besar bagi Smarthajj untuk meningkatkan kualitas layanan ke depannya.

Kehadiran tiga tour leader yang mendampingi jemaah di Filipina dan Jeddah juga menjadi bukti komitmen Smarthajj dalam memastikan keselamatan dan kenyamanan jemaah.

Juleo sendiri memastikan bahwa ia pulang terakhir dari Jeddah untuk memastikan semua jemaah kembali ke Indonesia dengan selamat.

Laporan : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.