Wawancara Khusus TVRI: Abdul Rauf Ungkap Strategi Ketahanan Pangan Kota Kendari

oleh -21107 Dilihat

RADARKENDARI.COM, KENDARI – Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Kota Kendari, Abdul Rauf, baru-baru ini menjadi narasumber dalam wawancara khusus di Lembaga Penyiaran Publik (LPP) Televisi Republik Indonesia (TVRI).

Kadia Ketapang Kota Kendari, Abdul Rauf saat diwawancara dalam program TVRI.

Dalam wawancara tersebut, Abdul Rauf memaparkan berbagai strategi yang dijalankan Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk menjaga ketahanan pangan di tengah tingginya urbanisasi dan pertumbuhan penduduk yang mencapai 400 ribu jiwa.

Abdul Rauf menekankan pentingnya peran Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) dalam memastikan ketersediaan bahan pangan bagi seluruh lapisan masyarakat, terutama mereka yang berada di lapisan ekonomi menengah ke bawah.

Salah satu program unggulan yang dijalankan adalah Gerakan Pangan Murah (GPM), yang tahun ini ditargetkan akan hadir di 50 titik di berbagai kelurahan di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Suasana diakusi Program Perspektif TVRI. Salah satu narasumber yakni Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Kendari, Abdul Rauf.

“Ini untuk memperkuat ketahanan pangan di tingkat bawah, sehingga masyarakat bisa menjangkau kebutuhan pangan dengan mudah,” jelas Abdul Rauf.

Selain Gerakan Pangan Murah (GPM), pemerintah Kota (Pemkot) Kendari juga menjalankan program Stabilisasi Pasokan Harga Pangan (SPHP) dengan dukungan penuh dari Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik (Bulog) Republik Indonesia (RI).

Program ini bertujuan untuk menyediakan beras dengan harga terjangkau bagi masyarakat melalui subsidi pemerintah.

Upaya lain yang dilakukan adalah pemantauan harga bahan pangan setiap hari oleh petugas Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) untuk menjaga stabilitas harga di pasaran.

Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari juga mendorong kemandirian pangan keluarga dengan mengajak masyarakat untuk memanfaatkan pekarangan rumahnya untuk bercocok tanam.

Kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan juga dilakukan untuk mendukung program ini.

Inovasi lainnya adalah program Si-Indah (Sinergitas Pengendalian Inflasi Daerah) melalui pemanfaatan kios pangan yang akan tersebar di seluruh kelurahan, tidak hanya di pasar-pasar tradisional.

Saat ini, kios pangan telah hadir di lima titik, yaitu Kios Pangan Riska Jaya (Pasar Rakyat Baruga), Kios Pangan Sekar Utama (Pasar Panjang), Kios Pangan Putra Gangga (Pasar Rakyat Pondambea), Kios Pangan Adel (Pasar Sentral Kota Kendari), dan Kios Pangan Ghani Mulia (Pasar Lapulu).

Untuk memastikan keamanan pangan, Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Kota Kendari juga melakukan uji sampel secara rutin.

Kadia Ketapang Kota Kendari, Abdul Rauf.

Sebuah laboratorium sederhana telah didirikan di Pasar Baruga untuk memeriksa keamanan dan kebersihan bahan pangan, memastikan bebas dari pengawet berbahaya dan layak konsumsi.

Dengan berbagai strategi tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari optimis dapat menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan bagi seluruh warganya.

Laporan : Abdul Rauf

Editor : Cici Purnamasari

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.