RADARKENDARI.COM, Kendari – Ditengah dinamika Pemilihan Rektor Universitas Halu Oleo (UHO), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Budaya (FIB) menyampaikan kekhawatiran atas potensi intervensi atau cawe-cawe yang mungkin dilakukan oleh pihak rektorat.
Kekhawatiran ini muncul akibat minimnya informasi yang disebarluaskan secara merata kepada mahasiswa terkait proses pemilihan rektor.
Hal ini dinilai menunjukkan kurangnya pelibatan dan transparansi terhadap unsur mahasiswa dalam agenda penting tersebut.
“Kami berpikir bahwa kampus seharusnya menjadi lingkungan akademik yang bersih dari praktik transaksional serta tidak tercemar oleh kepentingan pribadi. Semoga kekhawatiran kami tidak terbukti,” ungkap Muhammad Arif Wicaksono, Ketua BEM FIB UHO, Jumat (16/05/2025).
Muhamad Arif Wicaksono juga menekankan pentingnya tanggung jawab dari calon rektor yang nantinya terpilih. Ia berharap pemimpin baru UHO dapat lebih serius menangani persoalan-persoalan kampus yang belum terselesaikan.
“Saya berpesan kepada pemimpin UHO berikutnya agar mampu mempertanggungjawabkan jabatannya serta lebih memperhatikan berbagai permasalahan yang masih terjadi di lingkungan kampus,” tutupnya.
Penulis : La Ode Idris Syaputra
Editor : Agus Setiawan












