Genjot Produktivitas Pangan, Realisasi Tanam Padi Sultra Tembus 6.472 Hektare hingga Akhir September 2025

oleh -318 Dilihat

RADARKENDARI.COM- Upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) dalam memperkuat ketahanan pangan kembali menunjukkan hasil menggembirakan. Hingga akhir September 2025, capaian realisasi tanam padi reguler di wilayah Sultra telah mencapai 6.472,1 hektare, atau sekitar 65,3 persen dari target nasional yang ditetapkan pemerintah pusat sebesar 9.917,2 hektare. Angka ini menjadi bukti bahwa semangat percepatan produksi pangan terus bergerak positif di daerah ini.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (Tanak) Sultra, Prof. Muhammad Taufik, mengungkapkan bahwa capaian tersebut merupakan buah dari sinergi erat antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, para penyuluh pertanian, hingga dukungan personel TNI dalam program percepatan tanam.

“Setiap hari kami melakukan pemantauan langsung terhadap perkembangan di lapangan. Antusiasme petani dalam musim tanam kali ini cukup tinggi. Meski ada beberapa kendala teknis seperti faktor cuaca dan distribusi air, capaian ini menunjukkan bahwa produktivitas pertanian Sultra terus bergerak naik,” tutur Prof. Taufik.

Berdasarkan laporan rekapitulasi kabupaten/kota, Kabupaten Konawe kembali menjadi daerah dengan kontribusi terbesar—yakni mencapai 4.286,7 hektare. Disusul oleh Kolaka dengan 1.074,5 hektare dan Kolaka Timur sebesar 564,8 hektare. Sementara daerah lain turut menyumbang realisasi, di antaranya,  Buton: 16,5 ha,  Muna: 2 ha, Bombana: 300 ha, Kolaka Utara: 127 ha serta Kabupateb Konawe Utara sekira 85 ha

Adapun beberapa daerah seperti Wakatobi, Buton Selatan, dan Kota Kendari dilaporkan belum memasukkan data realisasi hingga akhir periode pelaporan September.

Ia menegaskan bahwa pihaknya telah memperkuat koordinasi bersama pemerintah kabupaten/kota untuk memastikan percepatan tanam pada bulan Oktober dan seterusnya.

“Kami mendorong daerah yang realisasinya masih rendah untuk segera melakukan akselerasi tanam. Dengan kondisi cuaca yang mulai bersahabat, kami optimistis percepatan tanam di Oktober dapat meningkatkan progres pencapaian target,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa sistem pelaporan realisasi tanam kini dilakukan secara harian. Setiap kabupaten/kota wajib menginput data melalui sistem pelaporan provinsi maksimal pukul 16.00 WITA setiap hari.

“Data harian ini menjadi instrumen evaluasi yang sangat penting bagi kami. Melalui laporan tersebut, kami dapat mengukur kinerja masing-masing daerah sekaligus merumuskan langkah strategi percepatan yang lebih terarah dalam mendukung ketahanan pangan nasional,” jelasnya.

Dengan capaian yang telah menembus 65 persen, Pemprov Sultra menargetkan sisa luas tanam sekitar 3.445 hektare dapat direalisasikan pada triwulan IV tahun 2025. Untuk mencapai hal tersebut, pemerintah provinsi tengah mendorong optimalisasi lahan potensial, peningkatan peran penyuluh, serta penerapan pola tanam serentak pada beberapa sentra produksi padi.

Pemerintah berharap langkah-langkah strategi tersebut tidak hanya memenuhi target nasional, tetapi juga memperkuat fondasi ketahanan pangan daerah. Dengan demikian, petani Sultra diharapkan semakin produktif dan mandiri dalam menghadapi berbagai tantangan pertanian ke depan. (adm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.