RADARKENDARI.COM, KENDARI – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari melalui Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) bakal menggelar pangan murah di Pelataran Parkir Balai Kota Kendari mulai 11 – 14 Juni 2024.
Kepala Disketapang Kota Kendari, Abdul Rauf mengungkapkan, Gerakan Pangan Murah (GPM) kali ini dilaksanakan dalam rangka menghadapi Hari Raya Idul Adha 1445 Hijriah/2024 Masehi.

“Menjelang Hari Raya Idul Adha yang merupakan bagian Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) biasanya diikuti kenaikan harga sejumlah kebutuhan pangan seperti beras, minyak goreng, gula pasir dan daging,” ungkap Abdul Rauf, Jumat (07/06/2024).
Guna mengantisipasi kenaikan harga tersebut, lanjut Abdul Rauf, pihaknya bekerjasama dengan berbagai stakeholder seperti Bank Indonesia, Dekranasda Kota Kendari, Bapanas (Badan Pangan Nasional), Bulog dan distributor pangan menyelenggarakan Gerakan Pangan Murah (GPM) di Pelataran Balai Kota Kendari.

Untuk mengantisipasi potensi kenaikan harga, kata Abdul Rauf, Pemerintah Pusat (Bapanas) memerintahkan pemerintah daerah untuk bersiap menyambut Hari Raya Idul Adha terutama memastikan ketersediaan bahan pangan mencukupi kebutuhan masyarakat.
“(Sebenarnya) Kita sudah melakukan antisipasi. Misalnya pas diawal bulan haji ini kita sudah melakukan gerakan pangan murah ditingkat bawah. Ini (gerakan pangan murah) menjadi juga salah satu perintah dari Pj Wali Kota Kendari,” kata Abdul Rauf.
“Kemarin kita sudah menyelenggarakan Gerakan pangan murah di Kelurahan Labibia dan Lalodati. Antusias masyarakat cukup tinggi, bahkan masyarakat berharap agar kegiatan pangan murah ini dilaksanakan setiap bulan,” tambahnya.
Mantan Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Baruga ini berharap, melalui Gerakan Pangan Murah yang bakal diselenggarakan selama empat hari di Pelataran Balai Kota Kendari ini masyarakat bisa berbelanja.

Dalam gerakan pangan murah ini, pihaknya juga meminta instansi terkait untuk menghadirkan komoditi unggulan daerah terutama pada sektor perikanan seperti diantaranya adalah olahan ikan.
“Kami akan tampilkan potensi Kota Kendari yang dimiliki misalnya olahan ikan, kabengga, ikan kering, gurita, cumi kering, ikan asap. Bisa juga ditampilkan pangan lainnya seperti Sikato (Sinonggi, Kasuami, Kambuse, dan Kabuto),” kata Abdul Rauf.
“Kehadiran pangan lokal ini merupakan bagian dari upaya untuk melestarikan pangan lokal sebagai kekayaan budaya daerah,” pungkasnya.
Sekedar informasi, dalam gerakan pangan murah ini, pihaknya juga bakal menggelar lomba lagu religi, lomba hafalan surah pendek, serta lomba foto dan narasi E Reporting. (wan/adv)













