Kendari, RadarKendari.com – Perikanan merupakan salah satu sektor penyumbang inflasi daerah. Atas dasar itu, Pemerintah Kota (Pemkot) meminta Dinas Perikanan Kota Kendari untuk melaksanakan pengendalian.
Penjabat (Pj ) Wali Kota Kendari, Muhammad Yusup memerintahkan Dinas Perikanan untuk menyetok ikan yang menjadi kebutuhan masyarakat hingga 50 ton di mesin pendinginnya.

“Stok ikan untuk menjaga pasokan ikan yang sudah menjadi kebutuhan masyarakat. Stok sebaiknya dilakukan karena cuaca sedang buruk yang membuat nelayan tidak melaut,” kata Muhammad Yusup, kemarin.
Selain pengendalian di sektor perikanan, momentum Ramadan juga kerap kali diikuti dengan lonjakan harga beberapa bahan pangan.
Kondisi tersebut turut andil dalam menyumbang inflasi daerah. Merespon hal tersebut, Pemerintah Kota Kendari bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) menyiapkan strategi untuk menekan lajunya.
Pj Wali Kota Kendari Muhammad Yusup meminta pada TPID Kota Kendari mengantisipasi kenaikan harga yang bisa memicu inflasi.
“Ini harus diantisipasi jangan sampai terjadi lonjakan-lonjakan harga di Kota Kendari, ini saya tidak inginkan. Saya berharap kita semua mengantisipasi ini, apalagi sudah memasuki bulan suci Ramadan, dimana kemungkinan kenaikan harga, belum lagi dimanfaatkan oleh para penimbun-penimbun, spekulan-spekulan, ini terjadi setiap tahun,” ungkapnya.
Untuk mengendalikan inflasi, Pj Wali Kota Kendari meminta agar segera dilakukan langkah-langkah untuk mengendalikan harga, seperti menggelar pasar pangan murah atau operasi pasar.
Muhammad Yusup meminta OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait, termasuk Perumda (Perusahaan Umum Daerah) Pasar Kota Kendari untuk menyiapkan langkah-langkah untuk mengendalikan harga, salah satunya pasar pangan murah yang akan dilakukan Dinas Ketahan Pangan (Disketapang), Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Mikro (Disdagkop dan UKM) dan Perumda Pasar di sejumlah titik. Pasar murah ini juga akan melibatkan pihak ketiga seperti Kadin Sultra maupun UD Maju Motor.
Selanjutnya untuk Dinas Pertanian, ia menginstruksikan untuk segera melakukan gerakan tanam cabe bekerjasama dengan Dinas Pendidikan (Diknas) untuk memulai di kebun-kebun sekolah dan pekarangan masyarakat. “Dalam gerakan ini saya minta Dinas Pertanian akan menyiapkan bibit hingga 1 juta bibit,” ungkapnya.
“Mulai melakukan penanaman padi di kawasan Amohalo Baruga, serta penanaman jagung jagung untuk kebutuhan pakan ternak sesuai arahan Kementerian Pertanian,” sambungnya.
Terakhir, Dinas Sosial diminta untuk menyediakan berbagai bantuan pemerintah, diantaranya, program keluarga harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan sejumlah program lainnya baik bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun Anggaran pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Selanjutnya Dinas Perhubungan (Dishub) saya minta untuk memberikan bantuan pada sopir angkutan umum dan menyiapkan transportasi publik untuk pelajar atau mahasiswa dan masyarakat. Sinergi dan kolaborasi yang kita bangun ini saya yakin bisa mengendalikan laju inflasi pada momen Ramadan,” pungkasnya.
Pemkot Kendari Programkan Pemberian BLT Nelayan
Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari melalui Dinas Perikanan memprogramkan pemberian Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada nelayan di Kota Lulo.

Kepala Dinas Perikanan Kota, Imran Ismail mengatakan, pemberian BLT bagi nelayan sangat penting dalam rangka menjaga daya beli nelayan dalam memenuhi kebutuhannya.
“Program BLT dihadirkan sebagai bentuk kepedulian pemerintah kepada nelayan. Pemberian BLT diharapkan bisa menjadi stimulus bagi nelayan sehingga bisa semakin semangat dan giat melaut,” ungkap Imran Ismail.
Mantan Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Kota Kendari ini mengungkapkan pada 2023 pihaknya telah menyalurkan BLT kepada sekira 1.170 nelayan. Setiap nelayan mendapatkan bantuan tunai sebesar Rp 500 ribu per bulan.
“Waktu itu pemberian BLT nya merupakan salah satu bagian dampak kenaikan harga BBM (Bahan Bakar Minyak). Para nelayan sangat senang dengan program ini dan kami upayakan bisa berlanjut tahun ini (2024). Kami programkan untuk membantu nelayan,” ungkap Imran Ismail.
Adapun syarat untuk mendapatkan BLT, kata Imran Ismail, nelayan cukup menyiapkan KTP dan Kartu Kusuka (Kartu Pelaku Utama Sektor Kelautan dan Perikanan).
“Khusus Kartu Kusuka bisa didapatkan di Kantor Kecamatan atau menghubungi Penyuluh Perikanan yang bertugas. Nelayan juga bisa mengajukan diri sebagai Calon Penerima BLT,” pungkasnya.
Dinas Perikanan Kendari Siapkan 88 Mesin Kapal Gratis Untuk Nelayan
Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari melalui Dinas Perikanan terus berupaya meningkatkan hasil tangkap nelayan. Itu diwujudkan melalui pengadaan mesin kapal untuk nelayan.

Kepala Dinas Perikanan Kota Kendari, Imran Ismail mengatakan, dalam upaya meningkatkan produktifitas nelayan, pihaknya siap menyalurkan sebanyak 88 mesin kapal dengan berbagai ukuran mulai mesin kapasitas 5PK – 40PK.
“Bantuan mesin ini gratis, pengadaannya bersumber dari Anggaran pendapatan dan Belanja Daerah Anggaran pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Kendari Tahun 2024. Penyaluran bantuan kita fokus diwilayah kecamatan pesisir, seperti di Kendari dan Kendari Barat, serta Abeli dan Kecamatan Nambo. Kita fokus disitu,” ungkap Imran Ismail, kemarin.
Selain bantuan mesin kapal, lanjut Imran Ismail, pihaknya juga menyiapkan bantuan kapal (perahu) dan alat tangkap ramah lingkungan untuk nelayan.
Khusus bantuan kapal, pihaknya sudah menyiapkan sebanyak 34 unit perahu untuk nelayan dikawasan pesisir. Lewat bantuan kapal, diharapkan mampu mendukung mobilitas nelayan saat melaut.
“Untuk bantuan kapal masih menunggu SK (Surat Keputusan) Wali Kota Kendari terkait siapa yang berhak menerima. SK itu berdasarkan hasil Musrenbang (Musyawarah Rencana Pembangunan) yang digelar ditingkat kelurahan beberapa waktu lalu,” ungkap Imran Ismail.
Bukan hanya mesin dan kapal, Dinas Perikanan Kota Kendari juga menyiapkan sebanyak 80 unit alat tangkap ramah lingkungan seperti sero dan jaring. “Mudah-mudahan bantuan ini bisa dimanfaatkan oleh nelayan kita untuk meningkatkan hasil tangkap (produksi) yang muaranya untuk peningkatan pendapatan dan kesejahteraan nelayan,” kata Imran Ismail.
Sekedar informasi, bagi nelayan yang ingin mendapatkan bantuan mesin, kapal, dan alat tangkap nelayan wajib ikut serta dalam Program Kusuka (Kartu Pelaku Usaha Kelautan) yang bisa diperoleh melalui penyuluh perikanan yang ada disetiap Kantor Kecamatan. (wan/adv)














