Perkuat Lumbung Pangan Daerah,Pemerintah Sultra Salurkan 275 Ton Benih Padi Unggul

oleh -651 Dilihat

RADARKENDARI.COM –  Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) kembali menunjukkan komitmen besarnya dalam memperkuat ketahanan pangan daerah. Melalui kebijakan peningkatan produktivitas pertanian, Pemprov menyalurkan total 275,81 ton benih padi kepada para petani di wilayah Sultra. Langkah ini diharapkan mampu mempercepat peningkatan produksi sekaligus menjaga stabilitas pasokan pangan bagi masyarakat.

Program penyaluran benih padi ini menjadi salah satu implementasi nyata program Pemerintah Provinsi Sultra yang menempatkan ketahanan pangan sebagai salah satu dari empat prioritas utama pembangunan,  di samping pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur. Pemprov menilai, sektor pertanian adalah fondasi penting dalam menjaga ketahanan ekonomi masyarakat dan memastikan kesejahteraan petani.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan (Distanak) Sultra, Prof. Muhammad Taufik, mengungkapkan bahwa total benih padi yang disalurkan bersumber dari dua pendanaan utama, yaitu APBN dan APBD Provinsi Sultra. Seluruh benih telah didistribusikan secara bertahap kepada kelompok tani penerima pada berbagai kabupaten yang memiliki potensi pertanian padi.

“Total alokasi benih padi yang disalurkan tahun ini mencapai 275.810 kilogram. Terdiri dari benih padi inbrida bersumber dari APBN, benih padi sawah dari APBD, serta benih padi gogo untuk lahan kering yang juga dialokasikan melalui APBD,” jelas Prof. Taufik.

Dalam skema pendanaan APBN, benih padi inbrida dialokasikan khusus untuk dua daerah utama, yakni Kabupaten Kolaka dan Kolaka Timur. Kabupaten Kolaka menerima 151.250 kilogram benih untuk memenuhi kebutuhan lahan seluas 6.050 hektare. Sementara Kolaka Timur memperoleh 62.500 kilogram benih yang diperuntukkan bagi lahan 2.500 hektare.

Selain bantuan dari pemerintah pusat, Pemprov Sultra melalui APBD turut memperkuat dukungan dengan menyalurkan 7.500 kilogram benih padi sawah untuk empat kabupaten, yaitu Konawe, Kolaka, Kolaka Timur, dan Bombana. Bantuan ini diprioritaskan bagi kelompok tani yang sedang mengembangkan areal pertanian produktif.

Rinciannya, Kabupaten Konawe menerima 5.000 kilogram benih untuk lahan 200 hektare, Kolaka mendapat 2.500 kilogram untuk 100 hektare, Kolaka Timur menerima 3.000 kilogram untuk 120 hektare, dan Bombana mendapatkan 2.500 kilogram untuk 100 hektare lahan tanam.

“Semua benih sudah tersalurkan sepenuhnya kepada kelompok tani penerima. Kami memastikan distribusi dilakukan tepat waktu agar petani dapat memulai musim tanam sesuai kalender pertanian,” ujar Taufik.

Bukan hanya lahan sawah, pemerintah juga memberikan perhatian pada daerah dataran tinggi yang memiliki potensi budidaya padi gogo. Tahun ini, sebanyak 54.560 kilogram benih padi gogo disalurkan untuk lahan seluas 1.951 hektare di 11 kabupaten, yaitu Muna, Konawe, Konawe Utara, Konawe Selatan, Kolaka, Kolaka Timur, Buton, Buton Tengah, Buton Selatan, Buton Utara, dan Wakatobi.

Benih padi gogo menjadi salah satu solusi strategis dalam membuka peluang produksi pangan baru, terutama di wilayah yang tidak memiliki akses irigasi memadai.

Menurut Prof. Taufik, program bantuan benih bukan hanya ditujukan untuk mempercepat peningkatan produksi padi, tetapi juga untuk menjaga pemerataan pembangunan pertanian serta memperkuat cadangan pangan daerah.

“Gubernur Andi Sumangerukka menegaskan bahwa sektor pertanian harus menjadi pilar utama ketahanan ekonomi masyarakat Sultra,” tutur Taufik.

Salah satu area lahan persawahan yang ada diwilayah Sulawesi Tenggara (HUMAS DISTANAK)

Dengan dukungan benih unggul dan peningkatan area tanam tiap tahunnya, pemerintah menargetkan produksi padi di Sulawesi Tenggara akan terus meningkat secara signifikan. Pemprov optimistis Sultra mampu tampil sebagai salah satu daerah penopang pangan nasional, terutama di kawasan Indonesia Timur.

Program ini menjadi langkah strategis dalam membangun pondasi pertanian yang lebih kuat, modern, dan mandiri. Melalui distribusi benih yang tepat sasaran, peningkatan kualitas petani, serta dukungan penuh pemerintah daerah, Sulawesi Tenggara diproyeksikan mampu mencetak lompatan besar dalam produksi pangan di tahun-tahun mendatang.

Dengan komitmen berkelanjutan, pemanfaatan teknologi pertanian, dan sinergi antardaerah, Pemprov Sultra menatap masa depan sebagai salah satu lumbung pangan utama yang menjaga stabilitas pangan di kawasan timur Indonesia. (adm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.