Tanam 3.000 Bibit Matoa, Kemenag Sultra Lebihi Target Gerakan Hijau Menteri Agama

oleh -2473 Dilihat
Wakil Gubernur Sultra, Ir.Hugua didampingi Kepala Kanwil Kemenag Sultra, H.Muhammad Saleh melaksanakan penanaman matoa di Kota Kendari.

RADARKENDARI.COM, KENDARI – Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), H. Hugua, bersama Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sultra, H. Muhamad Saleh, dan Forkopimda Sultra mengikuti peluncuran virtual Gerakan Penanaman 1 Juta Pohon Matoa dalam rangka Hari Bumi ke-55 tahun 2025.

Acara yang dipimpin langsung Menteri Agama RI, H. Nasaruddin Umar, Selasa (22/4/2025), diikuti secara serentak oleh seluruh jajaran Kemenag se-Indonesia sebagai implementasi program Astra Protas Kemenag Berdampak, khususnya Ekoteologi.

Usai peluncuran virtual, Wagub dan Kakanwil Kemenag Sultra melakukan penanaman pohon matoa secara simbolis di pelataran Kanwil Kemenag Sultra.

Acara dihadiri oleh Ketua DPRD Sultra, Forkopimda Sultra, perwakilan media, lembaga lingkungan hidup, tokoh lintas agama, dan berbagai instansi terkait.

Kakanwil Kemenag Sultra menyampaikan apresiasi atas antusiasme jajaran Kemenag dalam menyukseskan program ini.

Kemenag Sultra berhasil mengumpulkan 3.000 bibit matoa, melampaui target 2.000 bibit.

Ia menekankan pentingnya keberlanjutan program ini, melibatkan madrasah, pondok pesantren, dan ASN Kemenag untuk membangun kesadaran menjaga lingkungan sebagai bagian dari ibadah.

Penanaman dilakukan di berbagai titik, termasuk kantor Kemenag kabupaten/kota, madrasah, pondok pesantren, dan rumah ibadah.

Program ini akan dievaluasi dan bibit yang tidak berkembang akan diganti dan dirawat.

Wagub Hugua menambahkan bahwa kegiatan ini mengandung makna mendalam tentang kehidupan dan peran penting alam.

Ia menekankan pentingnya memberi nilai lebih kepada alam daripada mengambil banyak darinya, sebuah ajaran agama yang sangat bermakna.

Penanaman pohon matoa diharapkan menjadi warisan hijau bagi generasi mendatang dan memperkuat ketahanan lingkungan di Sulawesi Tenggara.

EDITOR : AGUS SETIAWAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.