Gerakan Pangan Murah di Kendari Diserbu Warga, Beras 1,5 Ton Ludes Sekejap, Kadis Ketapang Minta Tambah Stok!

oleh -11307 Dilihat
Masyarakat Kota Kendari berbondong-bondong berbelanja di Gerai Pangan Murah yang digelar Dinas Ketapang di Balai Kota Kendari, Selasa (02/12/2025).

RADARKENDARI.COM – Kendari, Sulawesi Tenggara – Antusiasme masyarakat Kota Kendari terhadap gelaran Gerakan Pangan Murah (GPM) yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari semakin meningkat.

Hal ini terlihat jelas pada hari kedua pelaksanaan, di mana stok beras yang disediakan oleh Bulog sebanyak 1,5 ton langsung habis dalam waktu singkat.

Kadis Ketapang Kota Kendari, Abdul Rauf. Sumber Foto : Media Online Antara News

Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Kadis Ketapang) Kota Kendari, Abdul Rauf, mengungkapkan rasa syukurnya atas tingginya partisipasi masyarakat.

Ia menyebut bahwa lonjakan permintaan ini mendorongnya untuk segera berkoordinasi dengan pihak Bulog Sulawesi Tenggara (Sultra).

“Alhamdulillah antusias masyarakat semakin tinggi. Bahkan dengan beras yang kita diberikan oleh Bulog 1,5 ton itu dalam waktu sekejap habis. Sehingga saya tadi berkoordinasi dengan pihak Bulog Sultra. Kalau bisa untuk hari ketiga dan keempat volume beras SPHP-nya ditambah,” ujar Abdul Rauf di Kendari, Selasa (2/12/2025).

Harga di Bawah HET Jadi Daya Tarik Utama

Menurut Abdul Rauf, tingginya minat masyarakat karena harga komoditas yang dijual di GPM berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET).

Hal ini sesuai dengan komitmen Pemkot Kendari untuk meringankan beban masyarakat, khususnya masyarakat menengah ke bawah.

“Perlu juga saya sampaikan bahwa semua beras yang dijual di gerakan pangan murah itu di bawah HET, Pak. Baik beras medium, premium, maupun beras SPHP itu di bawah HET,” tegasnya.

Ia memberikan contoh spesifik: Beras SPHP: HET-nya adalah Rp62.500 per karung (5 kg), namun di GPM dijual hanya Rp58.000, Beras Premium/Poké: Dijual Rp14.800 per kilogram, sedikit di bawah HET, dan Telur: Sementara harga informatif di pasaran mencapai Rp60.000 per rak, di GPM hanya dijual Rp55.000.

“Masyarakat baik yang di pangan murah mereka berterima kasih sekali dengan adanya pangan murah ini,” tambahnya.

UMKM Pangan Ikut Kecipratan Untung

Dampak positif GPM tidak hanya dirasakan oleh pembeli, tetapi juga oleh sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang bergerak di bidang olahan pangan.

Gerai UMKM dihadirkan dalam pelaksanaan GPM Pemkot Kendari yang dilaksanakan Dinas Ketapang Kota Kendari.

Lokasi pelaksanaan GPM di Kantor Wali Kota Kendari yang strategis dan sudah jelas pasarnya, membuat volume penjualan UMKM mengalami peningkatan signifikan.

“Kalau kita lihat juga itu bukan main juga antusias masyarakat untuk makan di situ cukup tinggi, dan masyarakat juga yang menjual itu di UMKM mereka merasa senang karena saya tanya juga volume penjualan itu meningkat dibandingkan juga dengan di tempat-tempat lain karena memang kelebihannya di kantor wali kota pasarnya sudah jelas,” jelasnya.

GPM Sebagai Upaya Tiga Komponen Penting

Abdul Rauf menjelaskan bahwa pelaksanaan GPM ini memiliki tiga komponen tujuan utama yang saling berkaitan: Memperingati Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia): Sebagai bentuk peran nyata pemerintah untuk memberi rasa gembira kepada masyarakat dengan mempermudah akses pangan murah, bukan hanya simbolis.

Selanjutnya pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) ini dilaksanakan dalam rangka mengantisipasi Hari Besar Keagamaan: Mempersiapkan dan menstabilkan harga pangan menjelang Hari Raya Natal dan Menghadapi Tahun Baru: Memastikan ketersediaan dan keterjangkauan pangan selama periode transisi tahun baru.

Komitmen Bergerak Mobile dan Bantuan Pangan Gratis

Selain GPM terpusat di kantor wali kota, Dinas Ketapang juga tetap konsisten melakukan upaya mobile atau keliling di seluruh kelurahan, sejalan dengan perintah Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian untuk memassifkan gerakan pangan murah. “Kami juga Dinas Pangan tetap konsen mobile di seluruh kelurahan,” katanya.

Respons masyarakat di lapangan disebutnya sangat positif dan berterima kasih.

Ia mengklaim bahwa selama ini Dinas Ketahanan Pangan Kendari telah benar-benar berpihak kepada masyarakat menengah ke bawah dan kategori miskin.

Telur merupakan salah satu komoditas pangan yang diperdagangkan dalam GPM di Balai Kota Kendari.

Tidak hanya GPM, komitmen keberpihakan tersebut juga diwujudkan melalui program bantuan pangan gratis.

“Yang lebih nyata lagi dengan bantuan pangan kemarin. Kita sudah berikan ini lima kecamatan. Termasuk hari ini Kecamatan Fuasia dan masih ada enam kecamatan kita akan turunkan Badan Pangan akan menyalurkan bantuan secara gratis yang 20 kilo dengan minyak goreng,” pungkas Abdul Rauf, menjadwalkan rencana penyaluran bantuan pangan gratis tersebut untuk hari berikutnya.

Penulis : Agus Setiawan

Editor : Herdy Suparmanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.