RADARKENDARI.COM – Kendari, Sulawesi Tenggara – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari, melalui Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang), baru saja menorehkan catatan sukses gemilang dalam pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM).
Acara stabilisasi harga yang dihelat di lokasi strategis, yakni pelataran parkiran selatan Kantor Balai Kota Kendari, berlangsung selama empat hari penuh, mulai dari 1 hingga 4 Desember 2025.

Program ini terbukti menjadi solusi paling efektif dan paling dinanti oleh warga Kota Kendari untuk mengakses kebutuhan pokok dengan harga yang rasional, khususnya menjelang periode krusial peningkatan konsumsi akhir tahun.
Program GPM ini disorot sebagai upaya strategis Pemkot Kendari dalam melakukan intervensi pasar secara langsung.
Intervensi ini dirancang untuk menetralisir potensi gejolak harga yang secara historis selalu terjadi.
Periode menjelang peringatan Hari Antikorupsi Sedunia, perayaan Natal, hingga libur Tahun Baru selalu menjadi katalisator bagi peningkatan permintaan pasar yang signifikan.
Kenaikan permintaan ini, jika tidak diantisipasi, dapat memicu fluktuasi harga sembilan bahan pokok (sembako) yang merugikan masyarakat, terutama kelompok berpenghasilan menengah ke bawah.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Kendari, Abdul Rauf, yang menjadi motor penggerak utama program ini, memberikan penekanan khusus pada filosofi di balik pelaksanaan GPM saat menutup kegiatan.
“Ini bukan sekadar kegiatan pasar murah biasa yang bersifat insidentil. Ini adalah upaya strategis dan terstruktur yang merupakan mandat langsung dari Pemkot untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di tengah masyarakat,” kata Abdul Rauf.
“Tujuan fundamental kami sangat jelas: Kami ingin memberikan rasa aman dan jaminan kepada seluruh warga bahwa kebutuhan pokok mereka akan tetap terpenuhi dengan harga yang rasional dan wajar, bukan harga yang dipompa naik dan dimainkan oleh spekulan pasar yang tidak bertanggung jawab,” tegas Abdul Rauf dengan nada penuh komitmen.

Ia menjelaskan bahwa pemotongan rantai distribusi yang panjang melalui GPM secara langsung meningkatkan efisiensi harga jual kepada konsumen akhir.
Dinamika Pelaksanaan Hari Terakhir: Antusiasme yang Melampaui Target
Memasuki hari terakhir pelaksanaan, Rabu (03/12/2025), antusiasme publik terhadap GPM tidak menunjukkan penurunan, malah cenderung memuncak.
Data harian menunjukkan bahwa rata-rata kunjungan GPM selama empat hari mencapai angka yang sangat mengesankan, mengonfirmasi tingginya kebutuhan masyarakat terhadap intervensi harga semacam ini.
Ribuan warga beramai-ramai memanfaatkan kesempatan langka ini untuk membeli komoditas vital dengan harga yang berada jauh di bawah patokan harga pasar tradisional.
Komoditas yang paling diminati dan laku keras antara lain adalah beras kualitas premium, minyak goreng, gula pasir bersubsidi, telur ayam ras, hingga berbagai bumbu dapur esensial.

Keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari jumlah pengunjung, tetapi juga dari kelancaran sistem distribusi yang dikelola oleh tim Dinas Ketapang, yang berhasil menghindari penumpukan maupun kekurangan stok (kelangkaan) di tengah keramaian.
Kolaborasi Multisectoral: Kunci Stabilitas dan Kekuatan TPID
Abdul Rauf menyoroti bahwa kesuksesan GPM ini tidak lepas dari pondasi kuat kolaborasi multisector. Dinas Ketapang mencatat partisipasi penuh dari total 22 distributor pangan terkemuka di Kota Kendari.
Para distributor ini berperan vital dengan menyediakan stok dalam jumlah besar, memastikan ketersediaan berbagai produk vital.
Keberadaan puluhan distributor ini memberikan keuntungan ganda: jaminan pasokan yang melimpah dan harga yang kompetitif berkat adanya persaingan positif di antara para penyedia.
Lebih dari sekadar pangan, GPM juga berperan sebagai panggung ekonomi bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Sebanyak 30 pelaku usaha kuliner turut
terlibat aktif, melalui kolaborasi yang apik dengan Dinas Perdagangan dan Ikatan Kuliner Kota Kendari. Keterlibatan UMKM ini tidak hanya menambah semarak acara, tetapi juga memberikan panggung promosi bagi produk-produk olahan lokal berkualitas tinggi.
Kolaborasi ini semakin diperkuat oleh peran mitra strategis di tingkat regional dan nasional. Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Sultra hadir sebagai mitra utama.
BI secara konsisten memberikan dukungan teknis dan kebijakan yang menempatkan GPM sebagai bagian tak terpisahkan dari upaya Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID).
Peran ini menegaskan bahwa GPM bukan sekadar program sosial, tetapi instrumen ekonomi makro daerah untuk menjaga daya beli masyarakat dan mengendalikan laju inflasi.
Kenyamanan dan kelancaran kegiatan juga terjamin berkat dukungan penuh dari pihak swasta, seperti PT Sostro, yang menyediakan fasilitas tenda yang representatif terlepas dari kondisi cuaca yang mungkin berubah.
Abdul Rauf menutup pernyataannya dengan harapan optimis bahwa dampak positif dan efek domino dari GPM ini akan terasa dan berkelanjutan hingga melewati puncak perayaan akhir tahun 2025.
“Kami berharap, dengan adanya intervensi harga yang tepat waktu melalui GPM, momentum perayaan akhir tahun dapat dilalui masyarakat dengan damai, penuh sukacita, tanpa harus terbebani oleh lonjakan harga yang signifikan. Pemkot Kendari akan terus memantau dinamika pasar secara saksama dan siap melakukan intervensi pasar lain yang lebih terarah jika diperlukan,” pungkasnya.

Program Gerakan Pangan Murah (GPM) ini menjadi bukti nyata dan komprehensif atas komitmen kuat Pemkot Kendari dalam menjaga stabilitas dan kesejahteraan ekonomi warganya.
GPM ini pantas dijadikan model percontohan yang patut ditiru bagi daerah lain dalam upaya pengendalian inflasi berbasis kolaborasi dan intervensi pasar yang strategis.
Penulis : Agus Setiawan
Editor : Herdy Suparmanto













