Pemkot Kendari Masifkan Gerakan Pangan Murah Selama Empat Hari, Antisipasi Gejolak Harga Jelang Hakordia dan Nataru 2025/2026

oleh -11111 Dilihat
Masyarakat antusias berbelanja di Gerai Pangan Murah (GPM) di Balai Kota Kendari yang akan dilaksanakan mulai 1 - 4 Desember 2025. Foto : Agus Setiawan

RADARKENDARI.COM, Kendari, Sulawesi Tenggara – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari menunjukkan komitmen kuatnya dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah dengan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) secara masif.

Kegiatan yang diprakarsai oleh Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Kota Kendari ini berlangsung selama empat hari berturut-turut, dimulai sejak Senin, 1 Desember, hingga Kamis, 4 Desember 2025.

Kadis Ketapang Kota Kendari, Abdul Rauf.

Inisiatif strategis ini bertujuan ganda: memberikan keringanan harga kepada masyarakat menjelang akhir tahun dan merespons potensi kenaikan harga yang dipicu oleh tiga momen penting nasional.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Kendari, Abdul Rauf, menyatakan bahwa pelaksanaan GPM ini bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan sebuah intervensi pasar yang diperlukan untuk memastikan ketersediaan dan keterjangkauan pangan bagi seluruh lapisan masyarakat.

“Ya, jadi, hari ini Pemerintah Kota melalui Dinas Ketahanan Pangan kembali melakukan Gerakan Pangan Murah, disertai dengan pasar UMKM olahan pangan. Kegiatan ini tidak lain semata-mata kita ingin membantu benar-benar masyarakat, khususnya segmen menengah ke bawah, agar mereka bisa mendapatkan kebutuhan pangan pokok dengan harga yang benar-benar terjangkau dan stabil,” tegas Abdul Rauf saat ditemui di lokasi GPM, Senin (1/12/2025).

Respons Terhadap Tiga Momen Kritis Akhir Tahun

Abdul Rauf menjelaskan secara rinci bahwa GPM kali ini secara khusus diselenggarakan untuk mengantisipasi potensi gejolak harga yang dipicu oleh tiga momentum besar di bulan Desember:

* Rangkaian Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia): Pelaksanaan GPM ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Hakordia di Kendari, di mana puncaknya akan jatuh pada hari Kamis.

Gerakan Pangan Murah dilaksanakan di Balai Kota Kendari mulai 1 – 4 Desember 2025 di Balai Kota Kendari.

Keterlibatan dalam momen nasional ini menunjukkan bahwa stabilitas pangan merupakan bagian integral dari tata kelola pemerintahan yang baik.

* Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal: Bulan Desember merupakan bulan perayaan Natal bagi umat Kristiani. Peningkatan permintaan akan komoditas tertentu, seperti daging, telur, dan bahan kue, secara historis selalu memicu lonjakan harga di pasaran.

* Pergantian Tahun Baru 2026: Momen pergantian tahun juga selalu menjadi periode transisi di mana terjadi peningkatan konsumsi masyarakat.

“Di ujung tahun ada pergantian tahun, kita akan memasuki tahun baru 2026. Tentu, semua gejolak harga biasa terjadi di transisi ini. Pasti akan ada gejolak harga,” jelasnya.

Oleh karena itu, GPM ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut atas perintah dari pemerintah pusat.

“Pemerintah Kota sesuai dengan perintah pusat kemarin, ada surat edaran Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Gerakan Pangan Murah itu harus dimasifkan terus agar kestabilan harga-harga barang pangan ini tetap terkendali,” tambahnya, menekankan bahwa langkah ini selaras dengan kebijakan pengendalian inflasi nasional.

Sinergi Dukungan Distributor dan UMKM Lokal

Keberhasilan GPM ini sangat ditunjang oleh sinergi aktif antara pemerintah, sektor swasta, dan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) lokal. Dalam empat hari pelaksanaannya, GPM melibatkan sejumlah besar pihak untuk menjamin pasokan barang.

“Ini sampai tadi, untuk di distributor pangan ada 22 distributor yang terlibat. Kemudian di UMKM olahan pangan itu kita ada 30 peserta. Jumlah ini memastikan variasi komoditas yang dijual sangat beragam, mulai dari beras, minyak goreng, telur, hingga produk-produk olahan lokal,” sebut Abdul Rauf.

Ia juga mengungkapkan apresiasi atas dukungan dari berbagai mitra.

“Ini juga berkat disupport oleh Pemerintah Kota Kendari, dalam hal ini Ibu Penjabat Walikota, Bank Indonesia (BI), dan juga ada sponsor utama kita itu PT Sosro Indonesia.

Mereka turut serta mempermudah semua kegiatan pangan murah ini,” paparnya.

Dukungan dari distributor dan sponsor memungkinkan harga jual di GPM berada jauh di bawah harga pasar. Langkah ini terbukti efektif dalam menyerap kelebihan likuiditas dan menekan laju kenaikan harga yang kini mulai terdeteksi.

Pasar Tani Dinas Pertanian Kota Kendari turut ambil bagian dalam Gerakan Pangan Murah (GPM) Kota Kendari.

“Untuk sementara, memang kita makanya kita lakukan pangan murah untuk menstabilkan harga ini. Terdeteksi ada potensi kenaikan lagi, dan ini harus kita redam secepat mungkin,” pungkas Abdul Rauf.

Pemkot Kendari berharap dengan pelaksanaan GPM selama empat hari ini, beban belanja masyarakat dapat diringankan, sekaligus mengirimkan sinyal kuat kepada pasar bahwa Pemkot serius dalam mengendalikan inflasi, sehingga masyarakat dapat menyambut perayaan Natal dan Tahun Baru 2026 dengan tenang.

Penulis : Agus Setiawan

Editor : Herdy Suparmanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.