Pemprov Sultra Genjot Produksi Telur Lokal Melalui Bantuan Ribuan Ayam Petelur dan Ayam KUB

oleh -521 Dilihat

RADARKENDARI.COM- Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Pemprov Sultra) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ketahanan pangan daerah, khususnya pada sektor peternakan. Melalui Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan (Distanak), pemerintah meluncurkan program strategis berupa penyaluran 8.040 ekor ayam petelur untuk membantu memenuhi kebutuhan telur konsumsi masyarakat secara mandiri tanpa ketergantungan dari daerah lain.

Program ini menyasar empat kabupaten dan kota yang dianggap memiliki potensi besar untuk pengembangan sentra petelur lokal.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Distanak Sultra, Muhammad Taufik, menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan langkah nyata yang tidak hanya menyasar peningkatan populasi ayam petelur, tetapi juga bertujuan membangun kemandirian pangan dan menumbuhkan ekonomi peternak di tingkat akar rumput.

Empat daerah penerima program ini masing-masing adalah Kota Kendari yang memperoleh 3.000 ekor ayam petelur, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) dan Kabupaten Muna yang masing-masing mendapat jatah 2.000 ekor, serta Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) dengan alokasi 1.040 ekor. Taufik menjelaskan bahwa pembagian ini disesuaikan dengan kesiapan daerah dan kelompok peternak dalam mengelola bantuan tersebut.

Untuk memastikan efektivitas pemeliharaan, bantuan ayam petelur ini turut dilengkapi dengan pakan sebanyak 64,32 ton. Pemberian pakan dalam jumlah memadai ini diharapkan mampu mendukung proses adaptasi, pertumbuhan, hingga memasuki masa produksi telur secara optimal.

“Program ini kami harapkan bisa menjadi penggerak utama kemandirian produksi telur di Sultra. Jika seluruhnya berjalan sesuai rencana, kebutuhan telur masyarakat dapat terpenuhi dari produksi sendiri, tanpa harus mengandalkan pasokan luar daerah,” ujar Taufik.

Ia menambahkan, proses pengadaan ayam petelur saat ini masih berlangsung. Pemerintah menargetkan seluruh bantuan dapat tersalurkan sepenuhnya kepada kelompok peternak sebelum akhir tahun 2025 sehingga produksi telur lokal dapat segera meningkat.

Tidak hanya fokus pada ayam petelur, sektor perunggasan di Sultra juga mendapat dukungan tambahan dari Kementerian Pertanian berupa 2.000 ekor ayam Kampung Unggul Baru (KUB). Ayam ini dikenal sebagai varietas unggul yang produktif, cocok sebagai indukan, serta memiliki daya tahan tinggi terhadap lingkungan tropis.

Ayam KUB tersebut rencananya akan dikembangkan sebagai indukan produktif di kabupaten/kota tertentu. Anak-anak ayam hasil pembiakan kemudian akan didistribusikan secara bertahap ke 17 kabupaten/kota untuk memperluas populasi ayam kampung unggul di seluruh wilayah Sultra. “Hasil pembiakan nanti akan disalurkan ke kelompok peternak dan para pengepul sehingga manfaat ekonominya bisa langsung dirasakan masyarakat,” jelas Taufik.

Untuk memastikan penyaluran tepat sasaran, Pemprov Sultra membuka kesempatan bagi kelompok peternak yang ingin mengikuti program ini dengan melakukan pendaftaran melalui Sistem Informasi Manajemen Penyuluhan Pertanian (Simhultan). Proses pendaftaran dilakukan di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) wilayah masing-masing dengan pendampingan para penyuluh lapangan.

Dalam proses administrasi, setiap anggota kelompok diwajibkan menyertakan identitas diri berupa KTP. “Jika satu kelompok terdiri dari 20 orang, maka seluruhnya wajib melampirkan KTP masing-masing sebagai syarat kelengkapan data,” imbuh Taufik.

Melalui program kolaboratif ini, Pemprov Sultra berharap populasi ayam petelur dan ayam kampung unggul terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada akhirnya, produksi telur lokal dapat dikelola secara mandiri dan berkelanjutan, sekaligus menghadirkan dampak nyata bagi peningkatan pendapatan serta kesejahteraan peternak di seluruh penjuru Bumi Anoa. (adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.