RADARKENDARI.COM – Pemerintah Kota Kendari melalui Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) secara masif menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) dan pameran kuliner olahan pangan dalam rangka menyambut Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) serta persiapan menghadapi Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Upaya ini merupakan tindak lanjut langsung dari arahan pemerintah pusat untuk menjaga stabilisasi harga dan mengendalikan inflasi daerah.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Kendari, Abdul Rauf, menyatakan bahwa pelaksanaan GPM ini sudah dimulai sejak hari Senin hingga Kamis dan mendapat respons positif dari masyarakat.
“Bukan hanya Gerakan Pangan Murah, ada juga kuliner olahan pangan yang kita tampilkan. Jadi sektor pangan tetap menonjol,” ujar Abdul Rauf, Jumat (28/11/2025).
Lebih lanjut, Abdul Rauf merincikan bahwa antusiasme distributor dan pelaku usaha sangat tinggi. Hingga saat ini, tercatat sudah ada 22 distributor yang terlibat dalam GPM, dan kurang lebih 20 peserta meramaikan pameran kuliner olahan pangan.
“Intinya, semua kegiatan ini harus ada kata-katanya dalam rangka pengendalian inflasi daerah, yang sekaligus menyambut momen Hakordia dan konsen kita menyambut Natal dan Tahun Baru 2025/2026,” tegasnya.
Pelaksanaan GPM ini sejalan dengan surat dari Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia yang ditujukan kepada seluruh Kepala Daerah selaku Ketua Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).
Surat tersebut, yang berfokus pada upaya menjaga stabilisasi harga dan mendorong aktivitas ekonomi pada Nataru 2025 dan 2026, mengimbau agar mengintensifkan upaya melalui operasi pasar murah/gerakan pangan murah atau program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk mengurangi gejolak harga komoditas.
Selanjutnya, pemda juga diminta memastikan ketersediaan stok dan pasokan komoditas pangan utama, seperti beras, aneka cabai, aneka bawang, daging ayam, dan telur ayam ras.
Langkah yang diambil oleh Pemkot Kendari dengan menggelar 22 titik GPM merupakan bentuk komitmen solid TPID Kota Kendari dalam merespons arahan ini, khususnya dalam memitigasi risiko lonjakan harga komoditas pangan bergejolak (Volatile Food) menjelang akhir tahun.
“Kami juga memastikan kelancaran distribusi pasokan pangan. Ibu Wali Kota juga telah meninjau langsung kegiatan pangan murah ini sebagai bukti keseriusan Pemkot dalam menjaga daya beli masyarakat,” tutup Abdul Rauf.
Penulis : Agus Setiawan











