Gerakan Pangan Murah Hari Ke-2 di Kendari, Warga Serbu Beras Murah dan Kebutuhan Pokok Lainnya

oleh -11574 Dilihat

RADARKENDARI.COM, Kendari, Sulawesi Tenggara – Pemerintah Kota Kendari melalui Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) melanjutkan Gerakan Pangan Murah (GPM) pada hari keduanya, Selasa (22/7/2025), di halaman Balai Kota Kendari.

Kegiatan yang berlangsung hingga 24 Juli 2025 ini menjadi angin segar bagi warga yang beberapa bulan terakhir menghadapi lonjakan harga bahan pokok.

GPM yang dirancang berlangsung selama empat hari ini terbuka untuk umum dan melibatkan 11 distributor lokal serta Bulog Sulawesi Tenggara, yang menjadi pemasok utama beras dalam program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Kendari, Abdul Rauf, menjelaskan bahwa antusiasme masyarakat tetap tinggi pada hari kedua ini.

Pihaknya kembali menyiapkan sekitar 3 ton beras SPHP, yang dikemas dalam ukuran 5 kg.

“Sesuai instruksi pemerintah, setiap orang hanya bisa mendapatkan dua kemasan atau 10 kg beras. Ini untuk menjaga distribusi merata. Kalau antusias masyarakat tinggi, kita siap tambah stok,” ujarnya saat meninjau langsung kegiatan GPM.

Harga beras SPHP yang ditawarkan sangat kompetitif, yakni Rp58.000 per 5 kg (maksimal dua karung per orang), jauh lebih rendah dibanding harga pasaran yang kini tembus Rp70.000 hingga Rp80.000 per 5 kg.

Selain beras, GPM juga menyediakan kebutuhan pokok lainnya dengan harga di bawah pasaran, seperti minyak goreng merek Minyak Kita (kemasan bantal) seharga Rp15.500 per liter dan gula pasir seharga Rp17.000 per kg.

Tersedia pula telur ayam dan sayuran segar, menjadikan GPM sebagai pilihan favorit masyarakat untuk berbelanja hemat.

Menurut Abdul Rauf, kegiatan ini merupakan bagian dari strategi Pemkot Kendari dalam menjaga ketahanan pangan dan pengendalian inflasi daerah.

Ia menambahkan, hingga pelaksanaan GPM di Balai Kota kali ini, Dinas Ketahanan Pangan telah melaksanakan 38 titik GPM di berbagai wilayah Kota Kendari.

“Kami masih akan melanjutkan GPM ke kelurahan-kelurahan lainnya agar lebih dekat dengan masyarakat. Ini bukan event sesaat, tapi berkelanjutan hingga akhir tahun 2025,” jelasnya.

Program ini diharapkan dapat terus membantu masyarakat menekan pengeluaran rumah tangga di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil.

Penulis : Agus Setiawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.