Radarkendari.com, KENDARI — Ketua Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Nasional, Adil Hakim, secara resmi melantik Ketua dan jajaran pengurus KORMI Sulawesi Tenggara periode 2026–2030. Pelantikan berlangsung di Claro Hotel Kendari, Minggu (15/2/2026).
Dalam sambutannya, Adil Hakim mengapresiasi latar belakang kepemimpinan Ketua KORMI Sultra yang dinilainya memiliki pengalaman kuat, termasuk dari unsur militer, sehingga diharapkan mampu memadukan kedisiplinan dengan pendekatan yang humanis dalam dunia masyarakat sipil.
Ia menekankan bahwa KORMI menaungi olahraga masyarakat yang beragam, mulai dari yang bersifat rekreatif, melibatkan perempuan, hingga anak-anak, sebagai cerminan keberagaman sosial.

“Olahraga masyarakat adalah bagian dari masyarakat itu sendiri. Keberagaman suku, adat, dan kondisi geografis Sulawesi Tenggara menjadi tantangan sekaligus peluang untuk meningkatkan partisipasi warga dalam olahraga,” ujar Adil Hakim.
Ia menyebutkan, dengan demografi sekitar dua juta penduduk yang tersebar di 17 kabupaten/kota dan wilayah kepulauan, KORMI Sultra memiliki ruang besar untuk menumbuhkan gerakan olahraga masyarakat. KORMI Nasional, lanjutnya, siap menjadi payung kebijakan dan program melalui sinergi dengan instansi pemerintah pusat, sementara penguatan di tingkat provinsi hingga kabupaten/kota membutuhkan kolaborasi aktif dengan pemerintah daerah serta Induk Organisasi Olahraga (Inorga).
Adil Hakim juga mendorong target partisipasi bertahap. “Bayangkan jika tahun ini 10 persen masyarakat dapat terlibat aktif, lalu meningkat menjadi 20 hingga 30 persen pada tahun-tahun berikutnya. Inilah esensi Gerakan Indonesia Aktif, yang bertumpu pada kekuatan akar rumput,” jelasnya.
Menurutnya, manfaat olahraga masyarakat tidak hanya berdampak pada kebugaran fisik, tetapi juga memberi efek positif bagi sektor ekonomi, pengembangan UMKM, serta penguatan sosial. Karena itu, ia mengajak seluruh pengurus dan pemangku kepentingan untuk berkarya dan menghadirkan program berkelanjutan yang progresif.
Pelantikan tersebut ditutup dengan komitmen bersama jajaran pengurus KORMI Sultra untuk segera menyusun dan mengimplementasikan program kerja yang adaptif, inklusif, dan berdampak luas bagi masyarakat Sulawesi Tenggara.
Sementara itu, dalam pidato perdananya, Herfain menegaskan bahwa amanah yang diterimanya bukan sekadar jabatan, melainkan tanggung jawab besar untuk menyatukan kembali barisan. Ia memperkenalkan filosofi “Satu Hati, Satu Rasa” sebagai fondasi kepemimpinannya ke depan.
”Musprovlub ini bukan hanya soal memilih sosok ketua, tetapi tentang menyatukan kembali barisan. Kita ingin menjadikan KORMI Sultra sebagai barometer olahraga masyarakat di Indonesia Timur,” ujar Herfain dengan optimis.
Untuk mewujudkan visi tersebut, Herfain memaparkan tiga pilar fokus utama:
Satu Hati dalam Visi: Menghilangkan ego sektoral antara Induk Organisasi Olahraga (Inorga) dan pengurus KORMI.
Satu Rasa dalam Perjuangan: Pengurus Provinsi harus merasakan kesulitan yang dialami KORMI Kabupaten/Kota dan Inorga hingga ke akar rumput.
Transformasi Integritas: Komitmen menjalankan organisasi secara transparan, akuntabel, dan profesional untuk meraih kepercayaan pemerintah serta sektor swasta.
Herfain juga menekankan pentingnya loyalitas tegak lurus kepada KORMI Nasional, salah satunya dengan menyukseskan program strategis “Indonesia Bugar Aktif”. Ia mengajak seluruh elemen untuk bergerak bersama, bukan sekadar berolahraga, tapi melakukannya dengan gembira demi meningkatkan derajat kebugaran masyarakat Bumi Anoa.
”Saya tidak bisa bekerja sendiri. Saya butuh kritik, saran, dan sinergi dari Bapak dan Ibu sekalian. Mari kita gotong-royong memajukan olahraga masyarakat dan tradisional di daerah kita,” pungkasnya Ketua Sparko yang disambut riuh tepuk tangan hadirin.
Dengan nakhoda baru ini, KORMI Sultra diharapkan mampu berlari lebih kencang dalam mencetak masyarakat yang sehat, bugar, dan produktif melalui tata kelola organisasi yang lebih modern. (red/iD)











